Makalah Agama Islam Tentang Sejarah Perkembangan Akhlak

Judul : Makalah Sejarah Perkembangan Akhlak


Isi :
Pendahuluan, Sejarah Perkembangan Akhlak, Zaman Yunani, Abad Pertengahan, Zaman Bangsa Arab, Zaman Modern, Kesimpulan, Daftar Pustaka




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Sejarah Perkembangan Akhlak

Makalah Agama Islam Tentang Puasa Ramadhan

Judul : Makalah Puasa Ramadhan


Daftar Isi :
Definisi Puasa, Pengertian Puasa, Bentuk Puasa, Hikmah Puasa, Beberapa Faedah Puasa.




Sekilas Isi :
Definisi Puasa
      Secara etimologi, puasa berarti menahan, baik menahan makan, minum, bicara dan perbuatan. Seperti yang ditunjukkan oleh firman Allah, surat Maryam ayat 26 :


       “Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa demi Tuhan yang Maha Pemurah, bahwasanya aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”. (Q.S. Maryam : 26)


       Sedangkan secara terminologi, puasa adalah menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa. Sebagian ulama mendefinisikan, puasa adalah menahan nafsu dua anggota badan, perut dan alat kelamin sehari penuh, sejak terbitnya fajar kedua sampai terbenamnya matahari dengan memakai niat tertentu. Puasa Ramadhan wajib dilakukan, adakalanya karena telah melihat hitungan Sya’ban telah sempurna 30 hari penuh atau dengan melihat bulan pada malam tanggal 30 Sya’ban. Sesuai dengan hadits Nabi SAW.


       “Berpuasalah dengan karena kamu telah melihat bulan (ru’yat), dan berbukalah dengan berdasar ru’yat pula. Jika bulan tertutup mendung, maka genapkanlah Sya’ban menjadi 30 hari”.


Pengertian Puasa
        Puasa secara bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan secara terminologi, adalah menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.


        Detailnya, puasa adalah menjaga dari pekerjaan-pekerjaan yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, dan bersenggama pada sepanjang hari tersebut (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa diwajibkan atas seorang muslim yang baligh, berakal, bersih dari haid dan nifas, disertai niat ikhlas semata-mata karena Allah ta’aala.


        Adapun rukunnya adalah menahan diri dari makan dan minum, menjaga kemaluannya (tidak bersenggama), menahan untuk tidak berbuka, sejak terbitnya ufuk kemerah-merahan (fajar subuh) di sebelah timur hingga tenggelamnya matahari. Firman Allah SWT :


          “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar”. (Q.S. Al-Baqarah : 187)


           Ibn’ Abdul Bar dalam hadits Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Bilal biasa azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kamu sampai terdengarnya azan Ibn Ummi Maktum”, menyatakan bahwa benang putih adalah waktu subuh dan sahur hanya dikerjakan sebelum waktu fajar.


  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Puasa Ramadhan

Makalah Agama Islam Tentang Perkembangan Prenatal – Pra Kelahiran

Judul : Makalah Perkembangan Prenatal – Pra Kelahiran


Isi :
KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, BAB I PENDAHULUAN, A. Latar Belakang, B. Tujuan, C. Pembatasan Masalah, BAB II PEMBAHASAN, A. Perkembangan Masa Pre Natal/Perkembangan Pra Kelahiran, 1. Tahap Perkembangan Pra Kelahiran, a. Tahap Germinal (Pra-Embriotik), b. Tahap Embrio, c. Tahap Fetal, B. Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kehamilan, BAB III PENUTUP, A. Kesimpulan, B. Saran, DAFTAR PUSTAKA.






Rangkuman :
A. Perkembangan Masa Pre Natal/Perkembangan Pra Kelahiran
       Menurut perspektif Islam, kehidupan manusia telah dimulai pada saat sebelum lahir. Manusia memiliki ruh yang telah hidup sebelum saat kelahirannya di dunia. Ruh manusia ini ditiupkan malaikat untuk masuk ke dalam jasmani manusia pada saat ia dikandung ibunya.


       Jasmani manusia, yang menjadi wadah bagi ruh selama ia mengalami kehidupan duniawi, juga diciptakan Allah sesuai dengan ketentuannya. Al-Qur'an dan hadits banyak membahas tentang hal itu. Al-Qur'an bahkan merupakan satu-satunya kitab suci yang membahas tentang awal proses perkembangan pra kelahiran manusia di dalam perut ibu secara cukup rinci. Kemudian setelah peralatan kedokteran berkembang pesat, gambaran pra kelahiran ini terbukti secara empirik.


        Diantara perkembangan yang teramat penting dalam kehidupan manusia ialah sewaktu dalam kandungan ibu (pre natal). Jangka waktu pre natal ialah tempo selepas persenyawaan sehingga bayi dilahirkan yaitu berlangsung kira-kira 266 hari selepas persenyawaan atau 280 hari dari pertama haid yang terakhir sebelum seseorang hamil. Yang dimaksud persenyawaan disini ialah proses dimana sperma dan ovum bersatu untuk membentuk satu sel yang disebut zigot.
1. Tahap Perkembangan Pra Kelahiran
       Periode pra kelahiran (pre natal period) mulai pada saat pembuahan (konsepsi) dan berakhir pada saat kelahiran (kira-kira 38 minggu). Selama perkembangan pra kelahiran, manusia mengalami perkembangan yang sangat cepat dalam kehidupannya. Saat ini ilmuwan membagi perkembangan pra kelahiran (tahap perkembangan embrio) dibagi tiga periode utama : 1) tahap germinal (dari pembuahan sampai dua minggu), 2) tahap embrio (dua sampai delapan minggu), dan 3) tahap fetus (dua sampai sembilan bulan).


        Dalam salah satu ayat Al-Qur'an digambarkan bahwa Allah menempatkan bayi yang lemah pada awal perkembangannya di suatu tempat yang aman dan kokoh.


        Bayi dalam perut ibu dapat dikatakan berada dm tempat yang aman dan kokoh, yang memungkinkan untuk tumbuh dalam keadaan relatif aman dari serangan dunia luar, dengan asupan makanan yang terpenuhi dari ibunya. Yang dimaksud tempat yang aman dan kokoh tadi adalah rahim (uterus). Rahim merupakan ruang kosong yang berotot dan kuat dengan berat sekitar 50 gram. Struktur ini belum cukup untuk seorang bayi yang sedang berkembang. Dengan demikian, struktur rahim akan mengalami perubahan selama kehamilan. Ukuran rahim akan berkembang berangsur-angsur meningkat sampai 1.100 gram pada akhir kehamilan.




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Perkembangan Prenatal – Pra Kelahiran

Makalah Agama Islam Tentang Pendidikan Islam di Indonesia

Judul : Makalah Pendidikan Islam di Indonesia


Isi :
Kata Pengantar, Pendidikan di Indonesia, Masa Masuk Dan Berkembangnya Islam, Situasi Perkembangan Islam Pada Umumnya, Pendidikan Islam Di Masa Awal, Pendidikan Islam Pada Masa Kolonial Belanda, Pembaharuan Pendidikan Islam, Daftar Pustaka




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Pendidikan Islam di Indonesia

Makalah Kisah Walisongo Penyebar Agama Islam di Jawa

Judul : Makalah Kisah Walisongo Penyebar Agama Islam di Jawa


Daftar Isi :
Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati






Sekilas Isi :
SYEH MAULANA MALIK IBRAHIM
          Maulana Malik Ibrahim terkenal dengan sebutan Syeikh Maghribi. Beliau berasal dari Gujarat, India. Syeikh Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau Jawa pada tahun 1404 M. Sebenarnya, jauh sebelum kedatangan beliau, di Gresik sudah ada masyarakat Islam walaupun jumlahnya tidak seberapa. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya batu nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun bin Hibatallah yang wafat pada tahun 475 H atau tahun 1082 M.


         Beliau menetap di Gresik dan wafat pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal 882 H atau bertepatan dengan tahun 1419 M, kemudian di makamkan di Gresik pula. Sekarang berada di sekitar kota Gresik Propinsi Jawa Timur.


Adapun jasa-jasa Maulana Malik Ibrahim, yaitu :
  1. Mendirikan masjid dan pondok, guna menggembleng dan mendidik kader-kader muballigh yang dapat meneruskan perjuangan Islam.

  2. Pada tahun 1379 M, Malik Ibrahim datang di Gresik dengan maksud meng-Islamkan raja Majapahit yang beragama Hindu, tetapi gagal. Namun banyak di antara kasta syudra dan wesya yang memeluk Islam, dan selainnya banyak yang hijrah (lari) ke Bali dan menetap di sana.

  3. Beliau dipandang sebagai pelopor utama dalam penyiaran Islam di pulau Jawa, sehingga akhirnya berkembang ke seluruh pelosok pulau ini.

       Sekarang agama Islam sudah tersiar ke seluruh Indonesia. Adalah menjadi tugas sarjana-sarjana Islam untuk meluruskan Islam dari berbagai hal yang berbau tahyul dengan cara yang bijaksana tanpa menuding peran wali yang telah menyebarkan dan memperkenalkan Islam kepada penduduk Nusantara.


SUNAN GIRI
       Nyai Ageng Ternate adalah seorang janda kaya raya di Gresik. Kebetulan janda itu tidak mempunyai anak, maka bayi yang ditemukan anak buahnya diangkat menjadi anaknya, karena bayi itu ditemukan di tengah samudra, maka dia diberi nama Joko Samudra.


        Setelah cukup umurnya, Joko Samudra belajar ilmu agama kepada Sunan Ampel di Surabaya. Sejak kecil Joko Samudra sudah mempunyai karomah, kalau ia hendak berangkat ke Surabaya dia berdo’a di tepi pantai Gresik. Tiba-tiba saja pantai Surabaya mendekat kearah daratan Gresik. Begitu kakinya melangkah sampailah dia di daratan Surabaya.


       Agaknya Joko Samudra telah mewarisi karomah ayahnya yaitu Syeikh Maulana Ishak yang mampu berpindah tempat dari gunung Gresik ke Blambangan dalam tempo kurang dari sehari.


        Sunan Ampel merasa kasihan melihat Joko Samudra setiap hari berangkat dari Gresik ke Surabaya, maka dia disuruh mondok di pesantren Ampeldenta. Joko Samudra mengutarakan hal itu kepada ibunya, Nyai Ageng Ternate menyetujuinya, maka mulai saat itu Joko Samudra tinggal di pesantren Ampeldenta. Di Ampeldenta Joko Samudra dapat bergaul dengan siapa saja dengan luwesnya. Dia bersahabat akrab dengan putra Sunan Ampel yang bernama Raden Makdum Ibrahim. Kemana mereka pergi selalu tampak berdua.


           Pada suatu malam, Sunan Ampel hendak sholat tahajud, sebelum mengambil air wudlu beliau sempat menengok ke asrama tempat tidur para santri. Saat itu suasana gelap gulita, tiba-tiba Sunan Ampel melihat cahaya menyilaukan mata keluar dari salah seorang santri yang sedang tidur. Sunan Ampel tidak tahu siapa santri itu maka diberinya tanda berupa ikatan kecil pada sarung yang dikenakan.




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Kisah Walisongo Penyebar Agama Islam di Jawa

Makalah Agama Islam Tentang Kisah Nabi Adam

Judul : Makalah Kisah Nabi Adam


Isi :
HALAMAN JUDUL, HALAMAN PENGESAHAN, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, BAB I PENDAHULUAN, A. Latar Belakang, BAB II PEMBAHASAN, A. Kejadian Langit dan Bumi, B. Terciptanya Nabi Adam a.s., C. Terciptanya Ibu Sekalian Manusia, D. Adam dan Hawa Diturunkan ke Bumi, BAB III PENUTUP, A. Kesimpulan, B. Saran.






Rangkuman :
B. Terciptanya Nabi Adam a.s.
     Sesudah langit dan bumi, malaikat dan jin atau iblis diciptakan. Maka Allah hendak menciptakan makhluk yang akan diperintah untuk mengelola bumi. Hal itu diutarakan kepada para malaikat. “Aku akan menciptakan manusia untuk menjadi pengatur di bumi.”


      Para malaikat mengira lalai dalam menjalankan tugasnya maka mereka berkata, “Mengapa Tuhan menciptakan manusia ? Bukankah mereka hanya akan berbuat kerusakan di atas bumi. Mereka akan saling bermusuhan dan berbunuhan. Sedangkan kami para malaikat senantiasa patuh dan mengagungkan nama-Mu ?”


      Untuk melenyapkan kekhawatiran para malaikat itu, Allah kemudian berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”


       Para malaikat bungkam mendengar penegasan Allah itu. Bukankah Allah maha mengetahui segala sesuatu? Demikianlah Allah kemudian menciptakan Adam dari tanah liat dan lumpur hitam. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh ke dalamnya. Adam pun kemudian hidup. Bisa berdiri tegak.


       Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk bersujud atau menghormat kepada Adam. Para Malaikat pun bersujud sebagai pernyataan hormat dan ucapan selamat atas terciptanya Adam. Hanya Iblis yang tidak mau bersujud. Ia membangkang perintah Allah.


        “Apakah yang membuat engkau tidak mau bersujud kepada Adam?”
        “Saya lebih baik dari Adam. Engkau ciptakan saya dari api sedang Adam hanya dari segumpal tanah.” kata Iblis menyombongkan diri. Yang berpendapat api lebih baik daripada tanah adalah Iblis sendiri. Padahal hanya Tuhanlah yang Maha Tahu siapa yang lebih mulia.


         Allah murka mendengar jawaban Iblis, “Hai Iblis keluarlah engkau dari sorga. Sungguh tidak patut kau tinggal di sini lagi dan terkutuklah engkau selama-lamanya!”


         Iblis berkata, “Wahai Tuhan! Engkau kutuk dan Engkau usir aku dari sorga karena Adam. Saya rela. Tapi kabulkanlah permohonan saya untuk hidup lama hingga hari kiamat nanti.”


         Permohonan Iblis dikabulkan. Ia akan dibiarkan hidup sampai hari kiamat tiba. Iblis kemudian bersumpah, “Ya, Tuhan karena Engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat, maka saya akan menghalang-halangi Adam dan keturunannya dari jalan-Mu yang lurus. Saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang dari kiri dan dari kanan!”


             Itulah sumpah Iblis. Ia bertekad akan menyesatkan Adam dan keturunannya agar mereka menjauhi perintah Tuhan berbuat kekacauan di muka bumi, sating bermusuhan dan berbunuhan satu sama lain.




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Kisah Nabi Adam

Makalah Agama Islam Tentang Homoseks Gay Lesbian

Judul : Makalah Homoseks Gay Lesbian


Isi :
HALAMAN JUDUL, HALAMAN PENGESAHAN, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, BAB I PENDAHULUAN, A. Latar Belakang, B. Rumusan Masalah, BAB II PEMBAHASAN, A. Besarnya Dosa Homoseksual Serta Kekejian dan Kejelekannya, B. Ciri-ciri Kaum Homoseks, C. Azab dan Siksa Kaum Nabi Luth, BAB III PENUTUP, DAFTAR PUSTAKA.




Rangkuman :
B. CIRI-CIRI KAUM HOMOSEKS
  1. Fitrah dan tabiat mereka terbalik dan berubah dari fitrah yang telah Allah ciptakan pada pria, yaitu kehendak kepada wanita bukan kepada laki-laki.

  2. Mereka mendapatkan kelezatan dan kebahagian apabila mereka dapat melampiaskan syahwat mereka pada tempat-tempat yang najis dan kotor dan melepaskan air kehidupan (mani) di situ.

  3. Rasa malu, tabiat, dan kejantanan mereka lebih rendah daripada hewan.

  4. Pikiran dan ambisi mereka setiap saat selalu terfokus kepada perbuatan keji itu karena laki-laki senantiasa ada di hadapan mereka di setiap waktu. Apabila mereka melihat salah seorang di antaranya, baik anak kecil, pemuda atau orang yang sudah berumur, maka mereka akan menginginkannya baik sebagai objek ataupun pelaku.

  5. Rasa malu mereka kecil. Mereka tidak malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala juga kepada makhlukNya. Tidak ada kebaikan yang diharapkan dari mereka.

  6. Mereka tidak tampak kuat dan jantan. Mereka lemah di hadapan setiap laki-laki karena merasa butuh kepadanya.

  7. Allah mensifati mereka sebagai orang fasik dan pelaku kejelekan ; “Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik” [Al-Anbiya : 74]

  8. Mereka disebut juga sebagai orang-orang yang melampui batas : “Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melapaui batas” [Al-A’raf : 81]. Artinya, mereka melampaui batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh Allah.

  9. Allah menamakan mereka sebagai kaum perusak dan orang yang zhalim : “Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [Al-Ankabut : 30-31]



C. AZAB DAN SIKSA KAUM NABI LUTH
      Disebutkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menhujani mereka dengan batu. Tidak tersisa seorangpun melainkan dia terhujani batu tersebut. Sampai-sampai disebutkan bahwa salah seorang dari pedagang di Mekkah juga terkena hujan batu sekeluarnya dari kota itu. Kerasnya azab tersebut menunjukkan bahwa homoseksual merupakan perbuatan yang paling keji sebagaimana yang disebutkan dalam dalil.




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Homoseks Gay Lesbian

Makalah Agama Islam Tentang Firqoh Muktazilah

Judul : Makalah Firqoh Muktazilah Agama Islam


Isi :
Pendahuluan, Pengertian Firqoh Muktazilah, Pendiri Firqoh Muktazilah, Sejarah Pendirian Firqoh Muktazilah, Doktrin Ajaran Firqoh Muktazilah, Pendapat Penulis, Penutup






         Pendiri Firqoh Muktazilah ini adalah Wasil Bin Ata’. Ia lahir pada tahun 81 H di Madinah, dan wafat pada 131 H di Basrah. Wasil Bin Ata’ belajar hukum fiqih pada seorang guru yang bernama Hassan Al Basrah. Walaupun demikian Wasil Bin Ata’ mempunyai pendapat yang berbeda dari gurunya tentang mukmin yang melakukan dosa besar. Wasil Bin Ata’ berpendapat mukmin yang melakukan dosa besar tetapi tidak bertaubat, maka orang itu sudah tidak lagi mukmin, tetapi juga tidak kafir.


        Sejak terjadi perbedaan paham dengan gurunya, yaitu Hassan Basri, maka Wasil Bin Ata’ memisahkan dirinya dengan mengadakan kelompok pendidikan sendiri di salah satu bagian di Masjid Basrah. Kelompok Wasil Bin Ata’ inilah yang dinamakan Firqoh muktazilah (orang-orang yang memisahkan diri). Paham Muktazilah sangat menonjolkan pemikiran akal merdeka dari pada tuntunan agama. Menurut Al Baghdadi, Wasil dan temannya ‘Amr Ibn ‘Ubaid Ibn Bad menamakan kaum Muktazilah karena mereka menjauhkan diri dari faham umat Islam tentang soal orang yang berdosa besr. Kata I’tazala yang terdapat dalam Al Qur’an mengandung arti menjauhi yang salah dan tidak benar dan dengan demikian kata Muktazilah mengandung arti pujian. Selanjutnya Ia mengatakan adanya hadist Nabi yang mengatakan bahwa umat akan terpecah menjadi 73 golongan dan yang paling patuh dan terbaik dari seluruhnya adalah golongan Muktazilah. Sebenarnya nama Muktazilah memang sulit, berbagai pendapat dimajukan ahli-ahli tetapi belum ada kata sepakat, yang jelas ialah nama Muktazilah sebagai designatic bagi aliran teologi rasionil dan liberal dalam Islam.




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Firqoh Muktazilah

Makalah Agama Islam Tentang Euthanasia Ditinjau dari Segi Kesehatan dan Agama

Judul : Makalah Euthanasia Ditinjau dari Segi Kesehatan dan Agama


Daftar Isi :
HALAMAN JUDUL, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, BAB I PENDAHULUAN, BAB II PEMBAHASAN, A. Pengertian Euthanasia dan Macam-macamnya, B. Kriteria Mati, C. Euthanasia Menurut KUHP dan Kode Etik Kedokteran, D. Euthanasia dalam Tinjauan Hukum Agama Islam, BAB III PENUTUP, A. Kesimpulan, B. Saran-saran.






Sekilas Isi :
A. Pengertian Euthanasia dan Macam-macamnya
     Euthanasia berasal dari kata Yunani eu : baik dan thanatos : mati. Maksudnya adalah mengakhiri hidup dengan cara yang mudah tanpa rasa sakit.


     Euthanasia sering disebut : mercy killing (mati dengan tenang). Euthanasia bisa muncul dari keinginan pasien sendiri, permintaan dari keluarga dengan persetujuan pasien (bila pasien masih sadar), atau tanpa persetujuan pasien (bila pasien sudah tidak sadar).


Tindakan euthanasia dikategorikan menjadi 2 :
  1. Aktif

  2. Pasif

      Euthanasia aktif adalah : suatu tindakan mempercepat proses kematian, baik dengan memberikan suntikan maupun melepaskan alat-alat pembantu medika, seperti : melepaskan saluran zat asam, melepas alat pemacu jantung dan lain-lain. Yang termasuk tindakan mempercepat proses kematian disini adalah : jika kondisi pasien, berdasarkan ukuran dan pengalaman medis masih menunjukkan adanya harapan hidup. Tanda-tanda kehidupan masih terdapat pada penderita ketika tindakan itu dilakukan.


      Euthanasia pasif adalah : suatu tindakan membiarkan pasien/penderita yang dalam keadaan tidak sadar (comma), karena berdasarkan pengamalan maupun ukuran medis sudah tidak ada harapan hidup, atau tanda-tanda kehidupan tidak terdapat lagi padanya, mungkin karena salah satu organ pentingnya sudah rusak atau lemah seperti : bocornya pembuluh darah yang menghubungkan ke otak (stroke) akibat tekanan darah terlalu tinggi, tidak berfungsinya jantung.


B. Kriteria Mati
     Apabila nadi tidak bergerak, maka jantung sudah tidak berfungsi, karena jantung merupakan alat pemompa darah ke seluruh tubuh. bahwa jantung ternyata digerakkan oleh pusat saraf penggerak yang terletak pada bagian batang otak kepala.


      Apabila terjadi perdarahan pada batang otak, maka denyut jantung terganggu. Tetap perdarahan pada otak yang bersangkutan tidak mati, kata Prof. Dr. Mahar Mardjono (eks Rektor UI). Jadi, kalau hanya terjadi perdarahan pada otak, penderita tidak mati, jika batang otak betul-betul mati, maka harapan hidup seseorang sudah terputus.


       Menurut Dr. Yusuf Misbach (ahli saraf) terdapat 2 macam kematian otak yaitu kematian korteks otak yang merupakan pusat kegiatan intelektual dan kematian batang otak. Kerusakan batang otak lebih fatal karena terdapat pusat saraf penggerak motor semua saraf tubuh. Menurut Dr. Kartono Muhammad (wakil ketua Ikatan Dokter Indonesia) mengatakan seseorang mati bila batang otak menggerakkan jantung dan paru-paru tidak berfungsi lagi.


       Para fuqaha menurut Dr. Peunoh Daly menentukan ukuran hidup matinya seseorang dengan empat fenomena. Pertama, adanya gerak/nafas, gerakan sedikit/banyak. Kedua, adanya suara maupun bunyi, yang terdapat pada mulut, jeritan tangis, dan rasa haus. Ketiga, mempunyai kemampuan berfikir terutama bagi orang dewasa. Keempat, mempunyai kemampuan merasakan lewat panca indra dan hati.




  • Untuk data Selengkapnya silahkan anda download filenya disini 

----------------"" @@ "" ----------------------
READ MORE - Makalah Agama Islam Tentang Euthanasia Ditinjau dari Segi Kesehatan dan Agama