Makalah Kimia Tentang Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia (Sifat Fisika dan Sifat Kimia)

Judul : Makalah Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia (Sifat Fisika dan Sifat Kimia)


Daftar Isi :

A. PERUBAHAN FISIKA, 1. Beberapa Perubahan Fisika di Sekitar Kita, 2. Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Fisika, B. PERUBAHAN KIMIA, 1. Beberapa Perubahan Kimia di Sekitar Kita, a. Pembentukan gas, b. Pembentukan endapan, c. Perubahan warna, d. Perubahan energi, 2. Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Kimia, C. CIRI-CIRI PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA, D. SIFAT MATERI : SIFAT FISIKA DAN SIFAT KIMIA.






Sekilas Isi :
A. PERUBAHAN FISIKA
    Perubahan fisika dapat diamati pada lingkungan di sekitar kita. Apa contoh perubahan fisika tersebut? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita simak pembahasan berikut :
    1. Beberapa Perubahan Fisika di Sekitar Kita
        Mungkin di daerahmu terdapat sungai yang memiliki batuan dari berbagai ukuran. Batuan tersebut ada yang besar, ada pula yang kecil. Arus sungai yang deras menerpa dan menghanyutkan batuan tersebut sehingga pecah menjadi batuan-batuan yang lebih kecil. Pecahan-pecahan batuan ini memiliki sifat yang sama dengan batuan semula. Sebagai contoh, pecahan batuan dan batuan semula tetap keras, serta bahan penyusunnya pun sama. Peristiwa pecahnya batuan tergolong perubahan fisika.


        Udara yang kita hirup setiap hari merupakan hasil perubahan fisika. Udara terdiri dari berbagai macam gas, misalnya gas oksigen, nitrogen, dan argon. Gas-gas ini bercampur secara fisika membentuk udara. Udara yang telah terbentuk dapat diuraikan menjadi zat penyusunnya melalui proses destilasi.


        Ketika kamu menjemur pakaian juga terjadi perubahan fisika. Pakaian yang semula basah lama-kelamaan kering karena mendapat panas matahari. Panas matahari menguapkan air yang terdapat pada pakaian. Perubahan dari air menjadi uap air tergolong perubahan fisika.


        Ketika kita membuat minuman teh juga terjadi perubahan fisika. Pada saat itu kita mencampur gula dengan air teh. Setelah diaduk beberapa lama, butiran gula menghilang dan timbul rasa manis. Adanya rasa manis menunjukkan bahwa zat gula sebenarnya tidak hilang, melainkan masih terdapat dalam air teh.


         Perubahan fisika juga dapat diamati ketika kita merebus air, membuat es batu, air mengalami perubahan wujud dari cairan menjadi padatan. Ketika kita menggoreng masakan dengan margarine, terjadi perubahan wujud dari padatan menjadi cairan.


      2. Sebab-sebab Terjadinya Perubahan Fisika
          Perhatikan kembali beberapa contoh perubahan fisika yang sudah dibahas di atas. Ternyata, perubahan fisika dapat diakibatkan oleh beberapa hal. Pertama, perubahan fisika berupa perubahan wujud. Kedua, perubahan fisika karena pencampuran benda. Ketiga, perubahan fisika karena benda dipotong atau dibelah.


          Perubahan wujud mencakup perubahan dari padat ke cair (disebut mencair atau meleleh), cair ke gas (menguap), gas ke cair (mengembun), cair ke padat (membeku), dan padat ke gas (menyublim). Semua perubahan wujud ini terjadi karena benda menerima atau melepaskan panas. Mencair (misalnya, es menjadi air), menguap (air menjadi uap air), dan menyublim (kapur barus menjadi gas) terjadi karena benda menerima panas. Sebaliknya, membeku (air menjadi es batu) dan mengembun (uap air menjadi air) terjadi karena benda melepaskan panas.


Untuk data lebih lengkapnya silahkan anda download filenya versi Microsoft Word di bawah ini ....!!!!!


READ MORE - Makalah Kimia Tentang Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia (Sifat Fisika dan Sifat Kimia)

Makalah Kimia Tentang Perkembangan Teknologi Kimia

Judul : makalah perkembangan teknologi kimia


Daftar Isi :



HALAMAN JUDUL, LEMBAR PERSETUJUAN, MOTTO, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI, BAB I PENDAHULUAN, A. Latar Belakang Masalah, B. Rumusan Masalah, C. Tujuan dan Manfaat, D. Metode Penulisan, E. Sistematika Penulisan, BAB II KAJIAN TEORI, A. Pengenalan Industri Kimia, B. Permulaan Ilmu Kimia Dan Teknologi Kimia, C. Permulaan Teknologi Kimia Modern, BAB III PENYAJIAN DATA DAN PEMECAHAN MASALAH, A. Penyajian Data, B. Pemecahan Masalah, BAB IV PENUTUP, A. Kesimpulan, B. Saran, DAFTAR PUSTAKA.






Sekilas Isi :
A. Pengenalan Industri Kimia
     Arti kimia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berasal dari kata al-kimiya yang berasal dari Bahasa Arab. Ada para ahli kimia berpendapat bahwa al-kimiya berasal dari Bahasa Cina. Ilmu al-kimiya berasal dari peradaban Cina kemudian diwariskan kepada para generasi. Ilmu ini bermula dalam peradaban Islam sebagai ilmu yang mempunyai 2 arti yang berbeda yaitu kimia lahir dan kimia batin yang dipelopori oleh Zabir bin Hassan pada abad 19. Ilmuwan al-Razi telah menolak dimensi kimia batin dan hanya menumpukan kepada aspek kimia lahir saja. Disinilah mulanya kimia modern. Pendapat ini mungkin bertolak belakang dengan pendapat para ahli sejarah sains barat yang mengatakan bahwa kimia modern berakal dengan Robert Boyle pada abad 17. Beliau dikatakan menafsirkan unsur kimia secara jelas. Pada zaman dahulu sampai abad 19, kimia dan teknologi kimia tidak dibedakan. Untuk kegunaan kajian ini, teknologi kimia perlu diartikan sebab pada zaman modern terdapat perbedaan diantara kimia dan teknologi kimia. Teknologi kimia merupakan satu bidang teknologi yang sekarang amat penting dengan berbagai kegunaan dalam kehidupan manusia modern. Teknologi boleh diartikan sebagai bahan atau alat teknologi itu atau penukaran bahan asli atau bahan buatan kepada bahan atau alat yang berguna. Teknologi kimia merupakan bahan-bahan kimia yang dihasilkan untuk kegunaan manusia atau teknik atau proses pembuatan bahan-bahan kimia ini.


       Dalam pembuatan makalah ini akan membahas tentang ringkasan sejarah perkembangan teknologi kimia dari zaman purba pra-sejarah, zaman Mesir, zaman Romawi dan zaman Islam. Makalah ini juga akan membicarakan secara kritis beberapa permasalahan teknologi kimia modern seperti pencemaran alam sekitar dan resiko kematian dan kecelakaan dan beberapa cara penyelesaiannya.


       Sejarah awal mulanya teknologi kimia amat sulit ditentukan karena sejarah telah menunjukkan manusia zaman itu mempunyai sedikit pengetahuan atau ilmu tentang teknologi kimia yaitu penggunaan bahan kimia dan pemrosesan bahan kimia walaupun bahan kimia yang dihasilkan jauh lebih kecil daripada industri kimia modern. Kebanyakan bahan kimia yang dihasilkan pada zaman purba digunakan untuk kehidupan sehari-hari seperti untuk makanan, pakaian, dan perumahan dan kegunaan untuk masyarakat yang lebih canggih antara lain :


Untuk data selengkapnya silahkan anda download filenya versi microsoft word di bawah ini .......!!!!


READ MORE - Makalah Kimia Tentang Perkembangan Teknologi Kimia

Makalah Kimia Tentang Larutan





BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Pada awal ditemukan banyak orang mencoba pengaruh arus listrik terhadap suatu benda. Dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan para ahli pada waktu ini didapati bahwa ada zat cair yang menghantarkan arus listrik dan ada yang tidak menghanarkan arus listrik.


B.            Rumusan Masalah
1.             Apa pengertian larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit?
2.             Apa pengertian larutan penyangga?
3.             Bagaimanakah peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup dan dalam kehidupan sehari-hari?




BAB II
PEMBAHASAN


A.           larutan Elektrolit dan Non-elektrolit
padaawal ditemukan listrik banyak orang mencoba pengaruh arus listrik terhadap suatu benda. Dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan para ahli pada waktu itu didapati bahwa ada cat air yang mengantarkan arus listrik dan ada yang tidak menghantarkan rus listrik.
Suatu alt yang disebut alat uji elektrolit dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat cair menghantarkan listrik atau tidak, termasuk dalam air. Dalam air murni diuji dengan alat uji elektrolit, dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat cair menghantarkan listrik atau tidak, termasuk larutan dalam air. Bila air murni diuji dengan alat uji elektrolit, maka lampu tidak menyala, karena air murni merupakan pengantar listrik yang sangat jelek. Bila kedalam air tersebut dimasukkan kertas garam dapur, maka larutan yang terjadi dapatenghantarkan listrik dengan baik, yang ditandainya dengan menyalahnya lampu alat uji elektrolit. Peristiwa yang sama akan terjadi bila air ditetesi asam sulfat pekat. Larutan NaCl dalam air dan H2SO4 dalam air disebut larutan elektrolit. Karutan gula, larutan urea, dan larutan alcohol dalam air tidak menghantarkan listrik, maka larutan itu disebut larutan non-elektrolit.
Zat elektrolit dapat berasa dalam senyawa ion atau beberapa senyawa kovalen yang didalam larutan dapat terurai menjadi ion-ion.
1.             Senyawa Ion
Senyawa ion sendiri dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan kuat dan rapat, sehingga tidak bebas bergerak. Jadi, dalam keadaan padatan (kristal) senyawa ion tidak menghantarkan arus listrik. Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka ion-ionnya bebas bergerak, sehingga dapat menghantarkan listrik. Peristiwa peruraian dapat dituliskan dengan persamaan reaksi,
NaCl Na+(Aq) + C –(Aq)


2.             Senyawa Kovalen
Beberapa senyawa kovalen di dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion-ion negatif. HCL merupakan senyawa kovalen, tetapi kerena pengaruh molekul-molekul air HCL dapat terurai menjadi ion H+ dan ion Cl–.
HCL(Aq) H+ + Cl–.(Aq)
Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini tersebut ionisasi.


B.            Larutan Penyangga
1.             Pengertian Larutan Penyangga
Larutan penyangga adalah larutan yang memiliki sifat dapat mempertahankan atau relatif tidak mengubah pH dengan adanya penambahan sedikit asam, basa, atau adanya pengeceran. Larutan penyangga diebut juga larutan buffer atau dapar. Larutan penyangga terdiri atas asam lemah dengan asam basa konjugasinya atau basa lemah dengan asam konjugasinya.
a.             Asam Basa Konjugasi
Kita mampu memahami defenisi asam basa konjugasi dengan menyimak gambar beserta uraian singkatnya
Donor H+ aseptor H+
+ +
Asam 1 basa 1 asam 2 basa 2


Asam-basa
Konjugasi


b.             asam-basa konjugasi
Berdasarkan gambar, dapat dijelaskan bahwa ion Cl– adalah basa konjugasi dari HCl membentuk pasangan asam basa yang dikenal dengan pasangan asam basa konjugasi


2.             Cara Larutan Penyangga Mempertahankan pH
Contoh larutan penyangga ialah CH3COOH dan CH3COONa. Reaksi ionisasi CH3COOH sebagai berikut. (Aq) CH3COO–(Aq)
CH3COOH(Aq) CH3COO–(Aq) Ka = 1,7 x 10–5
Reaksi ionisasi CH3COONa sebagai berikut:
CH3COONa(Aq) CH3COO–(Aq) + Na+(Aq)
Reaksi ionisasi bergeser ke kiri. Reaksi sebagai berikut:
CH3COOH(Aq) CH3COO–(Aq) + H+(Aq)
Reaksi netralisasi. Reaksinya sebagai berikut.
H+(Aq) + H– (Aq) H2O (1)
Contoh larutan penyangga yang berasal dari campuran asam lemah dan garamnya sebagai berikut:
a. CH3COONa(Aq) + CH3COONa(Aq)
b. CH3COONa(Aq) + (CH3COO)2 Ba(Aq)
c. HF(Aq) + NaF(Aq)
d. HF(Aq) + CaF(Aq)


3.             Penentuan pH Larutan Penyangga
Penentuan pH Larutan Penyangga Menggunakan Tatapan Keseimbangan
Campuran antara asam asetat dan natrium setat akan membentuk kesetimbangan dengan sebagai berikut:
CH3COOH + H2O H3O+ + CH3COO–
Tatapan keseimbangan CH3COOH sebagai berikut:
[H3O+ + CH3COO–
Ka =
[CH3COO]
Persamaan pH larutan penyangga secara umum dutuliskan sebagai berikut:
a.       Larutan penyangga yang terdiri atas campuran asam lemah dan basa konjugasinya.
[basa konjuasi]
pH = pKa + log
asam lemah
Atau
Mol basa konjugasi
pH = pKa + log
mol asam lemah


b.      Larutan penyangga yang terdiri atas campuran asam lemah dan basa konjugasinya
[asam konjugasi]
pH = pKa + log
basa lemah
Atau
Mol asam konjugasi
pH = pKa + log
mol basa lemah




C.            Peranan Larutan Penyangga
1.             Peranan Larutan Penyangga dalam Tubuh Makhluk Hidup
Contoh lautan yang berperan untuk mempertahankan pH dalam tubuh makhluk hidup sebagai berikut:
a.             Didalam sel tubuh terdapat sel penyangga, yaitu H3PO44 dan basa konjugasimya berupa ion H2PO4– . larutan penyangga ini berperan juga dalam system pengeluaran ion H+ pada gimjal.
b.             Larutan penyangga juga terdapat dalam darah. Contoh penggunaan larutan penyangga ini adalah ketika berolahraga. Selama melakukan olahraga, otot yang menyimpan glukosa di daamnya memerlukan oksigen untuk mengubah energy kimia menjadi energy gerak.


2.             Peranan Larutan Penyangga dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu komponen nutrisi yang diberikan ke tanaman hidroponik ialah larutan penyangga. Kamu mampu memahami hubungan antara larutan penyangga dan tanaman hidroponik.
Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai medianya. Media yang dipakai adalah air, bahan padat yang berpori, krikil, pecahan genteng, pasir pantai, pecahan batu karang, dan gabus putih. Berdasarkan media yang digunakan, terdapat tiga metode hidroponik, yaitu metode kultur air, kultur pasir, dan kultur bahan berpori. Metode kutur air yaitu menumbuhkan tanaman dengan menggunakan tanaman dengan memakai media air. Metede ini relatif mahal dan cocok untuk menambahkan tanaman hias yang dipajang dalam ruangan atau di rumah.


D.           Larutan Jenuh dan Tak Jenuh
1.             Larutan Jenuh
Yang termasuk dalam jenis larutan jenuh antara lain:
·               Mentega pada zat padat
·               Garam
·               kopi
2.             Larutan Tak Jenuh
Yang termasuk dalam jenis larutan tak jenuh antara lain:
·               Mentega pada zat cair/meleleh.
·               Kopi ketika disiram dengan air panas.


BAB III
PENUTUP




A.           Kesimpulan
Zat cair yang dapat menghantarkan listrik disebut elektrolit, sedangkan zat zat cair yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut non-elektrolit.
Zat elektrolit dapat berasal dari senyawa ion atau beberapa senyawa kovalen.
Larutan penyangga adalah larutan yang memiliki sifat dapat mempertahankan atau relatif tidak mengubah pH dengan adanya perubahan sedikit asam, basa, atau ada pengeceran.
Larutan penyangga terdiri atas asam lemah dengan basa konjugasinya atau basa lemah asam konjugasinya.
Penentuan arutan pH penyangga:
1.             Penentuan pH larutan penyangga menggunakan tetapan keseimbangan.
2.             Penentuan pH larutan penyangga jika ditambahkan sedikit asam, basa, atau diecerkan.
 Larutan penyangga berperan dalamtubuh makhluk hidup dan dalam kehidupan sehari-hari.


B.            Saran
Penulis mengharapkan saran dari pembaca yang bisa membangun demi kelancaran pembuatan makala selanjutnya.




DAFTAR PUSTAKA
Anshory Irfan. 1994. SMU Kelas 1. Bandung: Erlangga.
Sudarmo Unggul. 2004. Kimia untuk kelas II. Surabaya: Erlangga.
Kitti Surah. 2000. SMU kelas II. Jakarta: intan Pariwara.
Santoso, Juari, Dkk. 2004. Kimia untuk kelas X. Yogyakarta: Intan Pariwara.










Terima Kasih
Created By Syarief Hidayat



------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Makalah Kimia Tentang Larutan

Makalah Kimia Tentang Kekuatan Asam dan Basa

Asam kuat apabila dilarutkan dalam air akan terionisai sempurna ( a =1). Sebagai contoh asam kuat antara lain :
HCl --> H + + Cl -
HNO 3 --> H + + NO 3 -
Begitu juga yang terjadi pada larutan basa kuat. Basa kuat jika dilarutkan dalam air akan mengalami ionisasi sempurna. Sebagai contoh basa kuat antara lain:
KOH --> K + + OH -
Ba(OH) 2 --> Ba 2+ + 2OH -
Tetapan ionisasi asam kuat dan basa kuat dalam air sama dengan 1 .
Asam lemah yaitu senyawa asam yang jika dilarutkan dalam air akan terionisassi sebagian (0< a <1).
Sebagai contoh asam lemah antara lain :
CH 3 COOH H + + CH 3 COO -

H 2 CO 3 2H + + CO 3 2-
Begitu juga yang terjadi pada larutan basa lemah. Basa lemah hanya terionisasi sebagian jika dilarutkan dalam air.
Sebagai contoh basa lemah antara lain:

NH 4 OH NH 4 + + OH -

Al(OH) 3 Al 3+ + 3OH -

Asam lemah HA dalam air akan terionisasi sebagian sebagai berikut:
HA H + + A -
Menurut hukum kesetimbangan

Jika [ H + ] = [ A - ] dan [ HA ] dianggap tetap karena HA yang terionisasi kecil, maka:
atau

 

Sehingga





Contoh soal:
Berapa konsentrasi ion H + padas suhu 20 0 C yang mengandung 0,1 M asam sianida (HCN) jika Ka = 4,9 x 10 -10 ?
Jawab:

Diketahui Ca = [HCN] = 0,1 M dan Ka = 4,9 x 10 -10
Dari rumus

, maka:

, sehingga



Basa lemah LOH dalam air akan terionisasi sebagian sebagai berikut:
LOH ⇄ L+ + OH-
Menurut hukum kesetimbangan



jika [ L + ] = [ OH - ] dan [ LOH ] dianggap tetap karena LOH yang terionisasi kecil, maka:
atau

sehingga







Contoh Soal:
Hitunglah harga konsentrasi ion OH - yang terdapat dalam larutan 0,01 M (CH 3 ) 2 NH jika harga Kb = 5,1 x 10 -4 !
Jawab:

Diketahui Cb = [(CH 3 ) 2 NH] = 0,01 M dan Kb = 5,1 x 10 -4
Dari rumus



maka dapat dihitung sebagai berikut:





Asam + Basa --> Garam + Air



Pada reaksi asam dan basa kosentrasi asam dan basa dapat ditentukan dengan suatu metode kuantitatif dengan cara titrasi, yaitu cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan asam atau basa dengan ditandai adanya perubahan warna. Pada saat perubahan warna, titrasi dihentikan dan kadar asam basa dapat ditentukan dengan perhitungan stoikiometri.
a. Penetralan asam kuat oleh basa kuat

Mula-mula pH larutan naik sedikit demi sedikit, kemudian terjadi perubahan yang cukup drastis pada sekitar titik ekivalen. Titik ekivalen terjadi pada saat pH larutan 7, dimana asam dan basa tepat habis bereaksi. Untuk menunjukkan titik ekivalen dapat digunakan indikator mrtil merah, bromtimol biru atau fenolftalein. Indikator-indikator tersebut menunjukkan perubahan warna pada sekitar titik ekivalen. Fenolftalein lebih sering digunakan karena memberikan perubahan warna yang lebih tajam disekitar titik ekivalen.
b. Penetralan asam lemah oleh basa kuat

Titik ekivalen berada diatas 7, yaitu antara 8 dan 9. Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen lebih sempit, hanya sekitar 3 satuan, yaitu antara pH ± 7 sampai pH ± 10. Sebagai indikator digunakan fenolftalein, karena jika menggunakan metil merah akan terjadi perubahan warna sebelum tercapai titik ekivalen.
c. Penetralan basa lemah oleh asam kuat.

Titik ekivalen berada dibawah 7, lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen lebih sempit, hanya sekitar 3 satuan, yaitu antara pH ± 7 sampai pH ± 4. Sebagai indikator digunakan metil merah (trayek ; 4,2 - 6,3)


a. Kertas lakmus Kertas lakmus adalah kertas yang diberi suatu senyawa kimia sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda setelah dimasukkan pada larutan asam maupun basa. Warna kertas lakmus akan berubah sesuai dengan larutannya seperti tertera dalam tabel 1.

Tabel 1. Warna kertas lakmus jika dikenai larutan asam basa






Jenis kertas lakmus
Dalam larutan bersifat
Asam Basa Netral
Merah

Biru
Merah

Merah
Biru

Biru
Merah

Biru
Dibawah ini diberikan beberapa pengujian dengan menggunakan kertas lakmus.
Tabel 2. Warna kertas lakmus bila ditetesi larutan sampel.



Zat Lakmus merah Lakmus biru
Air

HCl 0,1 M
NaOH 0,1 M
Tetap merah

Tetap merah

Biru
Tetap biru

Merah

Tetap biru
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1) Air bersifat netral karena tidak memberi perubahan warna pada kertas lakmus.
2) Larutan HCl bersifat asam karena dapat memerahkan lakmus biru.
3) Larutan NaOH bersifat basa karena dapat membirukan lakmus merah.
Penyebab sifat asam menurut Arrhenius adalah karena adanya ion H + jika zat tersebut dilarutkan dalam air, begitu juga sifat basa ditimbulkan karena adanya ion OH - yang terjadi oleh pelarutan zat dalam air.
Menurut teori Arrhenius, zat yang dalam air menghasilkan ion H + disebut asam danbasa adalah zat yang dalam air terionisasi menghasilkan ion OH - .
HCl --> H + + Cl -
NaOH --> Na + + OH -
Meskipun teori Arrhenius benar, pengajuan desertasinya mengalami hambatan berat karena profesornya tidak tertarik padanya. Desertasinya dimulai tahun 1880, diajukan pada 1883, meskipun diluluskan teorinya tidak benar. Setelah mendapat bantuan dari Van’ Hoff dan Ostwald pada tahun 1887 diterbitkan karangannya mengenai asam basa. Akhirnya dunia mengakui teori Arrhenius pada tahun 1903 dengan hadiah nobel untuk ilmu pengetahuan.
Sampai sekarang teori Arrhenius masih tetap berguna meskipun hal tersebut merupakan model paling sederhana. Asam dikatakan kuat atau lemah berdasarkan daya hantar listrik molar. Larutan dapat menghantarkan arus listrik kalau mengandung ion, jadi semakin banyak asam yang terionisasi berarti makin kuat asamnya. Asam kuat berupa elektrolit kuat dan asam lemah merupakan elektrolit lemah. Teori Arrhenius memang perlu perbaikan sebab dalam lenyataan pada zaman modern diperlukan penjelasanyang lebih bisa diterima secara logik dan berlaku secara umum. Sifat larutan amoniak diterangkan oleh teori Arrhenius sebagai berikut:
NH 4 OH --> NH 4 + + OH -
Jadi menurut Svante August Arrhenius (1884) asam adalah spesi yang mengandung H + dan basa adalah spesi yang mengandung OH -, dengan asumsi bahwa pelarut tidak berpengaruh terhadap sifat asam dan basa.


b. Menggunakan Indikator
Untuk pengetesan senyawa bersifat asam atau basa dapat dilakukan dengan menggunakan indikator. Indikator adalah suatu zat, yang warnanya berbeda-beda sesuai dengan konsentrasi ion-Hidrogen. Indikator umumnya merupakan suatu asamatau basa organik lemah, yang dipakai dalam larutan yang sangat encer. Asam atau basa indikator yang tidak terdisosiasi mempunyai warna yang berbeda dengan hasil disosiasinya, sehingga memudahkan praktikan dalam menentukan apakah larutan tersebut bersifat asam atau bersifat basa.
Tabel 3. Indikator yang ada di dalam Laboratorium



Indikator Nama Kimia Dalam asam Dalam basa Jangka pH
(Asam) biru kresilbrilian


(Asam) a -naftol benzein

Ungu metil



(Asam) merah kresol

(Asam) biru timol

Ungu meta kresol

Ungu bromo fenol



Jingga metil



Merah Kongo



Hijau bromo kresol



Merah metil



Merah klorofenol



(Litmus) azolitmin

Biru bromotimol



Ungu difenol



(Basa) merah kresol

a -Naftol-ftalein

(Basa) biru timol

(Basa) a -Naftol-benzein

Fenolftalein

Timolftalein

(Basa) biru kresilbrilian


Amino-dietilamino-metil difenazonium klorida
Pentametil p -rosanilia hidroklorida

O-kresolsulfon-ftalein

Timol-sulfon-ftalein

m-kresolsulfon-ftalein

Tetrabromofenol-sulfon ftalein
Dimetilamino-azo- benzena-natrium sulfonat
Asam difenil-bis-azo a -naftilamina-4-sulfonat
Tetrabromo-m-kresol sulfon ftalein
O-Karboksibenzena-azo dimetilanilina
Diklorofenol-sulfon ftalein


Dibromo-timol-sulfon ftalein
O-Hidroksi-difenil sulfon ftalein
O-Kresol-sulfon ftalein
a - Naftol-ftalein

Timol-sulfon ftalein




Amino-dietilamino-metil difenazonium klorida
Jingga-merah



Tak berwarna

Kuning



Merah

Merah

Merah

Kuning



Merah



Lembayung



Kuning



Merah



Kuning



Merah

Kuning



Kuning



Kuning

Kuning

Kuning

Kuning

Tak berwarna

Tak berwarna

Biru
Biru



Kuning

Hijau-biru



Kuning

Kuning

Kuning

Biru



Kuning



Merah



Biru



Kuning



Merah



Biru

Biru



Lembayung



Merah

Biru

Biru

Hijau-biru

Merah

Biru

Kuning



0,0-1,0



0,0-0,8

0,0-1,8



1,2-2,8

1,2-2,8

1,2-2,8

2,8-4,6



3,1-4,4



3,0-50



3,8-5,4



4,2-6,3



4,8-6,4



5,0-8,0

6,0-7,6



7,0-8,6



7,2-8,8

7,3-8,7

8,0-9,6

8,2-10,0

8,3-10,0

9,3-10,5

10,8-12,0



Sumber : G.Svehla. 1990: 57-58
Selain indikator diatas larutan asam dan basa dapat ditentukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berwarna seperti dari kunyit, bunga sepatu merah, kulit manggis dan lain-lain. Untuk membuat warna ungu akan terbentuk pada suasana netral, larutan asam akan memberikan larutan berwarna ungu ke warna merah kecoklatan dan dalam larutan basa akan memberkan warna ungu ke biru kehitaman.








Terima Kasih
Created By Syarief Hidayat



------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Makalah Kimia Tentang Kekuatan Asam dan Basa

Makalah Kimia Tentang Minyak Bumi

BAB I
PENDAHULUAN



Latar Belakang



Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik, tumbuhan dan hewan yang mati.



Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi minyak dan gas. Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, dan berbagai jenis obat.





Tujuan Penulisan



Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah:



  • Dapat mengetahui serta mendalami pengetahuan penulis terkait minyak bumi.


  • Dapat mengetahui manfaat serta kegunaan minyak bumi bagi kehidupan manusia.



BAB II

PEMBAHASAN



Pembentukan Minyak Bumi



Proses terbentuknya minyak bumi dijelaskan berdasarkan dua teori, yaitu:
Teori Anorganik
Teori Anorganik dikemukakan oleh Berthelok (1866) yang menyatakan bahwa minyak bumi berasal dan reaksi kalsium karbida, CaC2 (dan reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air menghasilkan asetilen yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.


CaCO3 + Alkali → CaC2 + HO → HC = CH → Minyak bumi
Teori Organik
Teori Organik dikemukakan oleh Engker (1911) yang menyatakan bahwa minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan dan penguraian secara anaerob jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut dalam batuan berpori.
Komposisi Minyak Bumi



Komposisi minyak bumi dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:
Hidrokarbon Jenuh (alkana)
  • Dikenal dengan alkana atau parafin

  • Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama (terbanyak), sedangkan rantai bercabang lebih sedikit

  • Senyawa penyusun diantaranya:

  1. Metana CH4

  2. etana CH3 CH3

  3. propana CH3 CH2 CH3

  4. butana CH3 (CH2)2 CH3

  5. n-heptana CH3 (CH2)5 CH3

  6. iso oktana CH3 – C(CH3)2 CH2 CH (CH3)2



Hidrokarbon Tak Jenuh (alkena)
  • Dikenal dengan alkena

  • Keberadaannya hanya sedikit

  • Senyawa penyusunnya:

  1. Etena, CH2 CH2

  2. Propena, CH2 CH CH3

  3. Butena, CH2 CH CH2 CH3

Hidrokarbon Jenuh berantai siklik (sikloalkana)
  • Dikenal dengan sikloalkana atau naftena

  • Keberadaannya lebih sedikit dibanding alkana

  • Senyawa penyusunnya :

  1. Siklopropana                   3.     Siklopentana



  2. Siklobutana                  4.    Siklopheksana

Hidrokarbon aromatik
  • Dikenal sebagai seri aromatik

  • Keberadaannya sebagai komponen yang kecil/sedikit

  • Senyawa penyusunannya:

  1. Naftalena                             3.    Benzena



  2. Antrasena                                                4.     Toluena

Senyawa Lain
  • Keberadaannya sangat sedikit sekali

  • Senyawa yang mungkin ada dalam minyak bumi adalah belerang, nitrogen, oksigen dan organo logam (kecil sekali)



Pengolahan Minyak Bumi



Minyak mentah (Crude oil) yang peroleh dari pengeboran berupa cairan hitam kental yang pemanfaatannya harus diolah terlebih dahulu. Pengeboran minyak bumi di Indonesia, terdapat di pantai utara Jawa (Cepu, Wonokromo, Cirebon), Sumatra (Aceh, Riau), Kalimantan (Tarakan, Balikpapan) dan Irian (Papua). Pengolahan minyak bumi melalui dua tahapan, diantaranya:


Pengolahan pertama,
Pada tahapan ini dilakukan “distilasi bertingkat memisahkan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan titik didihnya. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah. Sedangkan titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sangkup-sangkup yang disebut sangkup gelembung.
Pengolahan kedua,
Pada tahapan ini merupakan proses lanjutan hasil penyulingan bertingkat dengan proses sebagai berikut:
  1. Perengkahan (cracking)

  2. Ekstrasi

  3. Kristalisasi

  4. Pembersihan dari kontaminasi

Bensin



Komposisi bensin terdiri dari n – heptana dan iso oktana, yaitu:
Zat Aditif Bensin


Tetra Ethyl Leat (TEL)
  • Rumus molekul Pb (C2H5)4

  • Rumus struktur

Ethyl Tertier Butil Eter (ETBE)

  • Rumus molekul CH3 O C(CH3)3Tersier Amil Metil Eter (TAME)

  • Rumus molekul CH3 O C(CH3)2 C2H5Metir Tersier Buthil Eter (MTBE)

  • Rumus molekul CH3 O C(CH3)3

Petrokimia



Minyak bumi selain sebagai bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Bahan-bahan atau produk yang terbuat dari bahan dasarnya minyak dan gas bumi disebut petrokimia. Bahan-bahan petrokimia dapat digolongkan: plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat dan vitamin.
Bahan Dasar Petrokimia


Proses petrokimia umumnya melalui tiga tahapan, yaitu:
  1. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia

  2. Mengubah bahan dasar petrokimia menjadi produk antara, dan

  3. Mengubah produk antara menjadi produk akhir yang dapat dimanfaatkan.

Hampir semua produk petrokimia berasal dari tiga jenis bahan dasar yaitu:


  1. Olefin (alkena-alkena)
    Olefin yang terpenting adalah etena (etilina), propena (propilena), butena (butilena) dan butadiena.
    CH2 = CH2 CH2 = CH – CH3


    Etilena                       propilena
    CH3 – CH = CH – CH3 CH2 = CH – CH = CH2
    Butilena                                    butadiena



  2. Aromatika (benzena dan turunannya)
    Aromatika yang terpenting adalah benzena (C6H6), totuena (C6H5CH3) dan xilena (C6H4 (CH3)2



  3. Gas Sintesis
    Gas sintetis disebut juga syn-gas yang merupakan campuran karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H2). Syn-gas dibuat dari reaksi gas bumi atau LPG melalui proses yang disebut stean reforming atau oksidasi parsial.
    Reaksi stean reforming :    CH4(g) + H2O → CO(g) + 3H2(g)


    Reaksi oksidasi parsial :    2CH4(g) + O2 → 2CO(g) + 4H2(g)

Petrokimia dari Olefin


Berikut ini beberapa petrokimia dari olefin dengan bahan dasar etilena:
  1. Polietilena
    Polietilena adalah plastik yang paling banyak diproduksi yang digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus/sampah.

  2. PVC
    PVC adalah polivinilkiorida yang merupakan plastik untuk pembuat pipa (pralon).

  3. Etanol


    Etanol adalah bahan yang sehari-hari kita kenal sebagai alkohol yang digunakan untuk bahan bakar atau bahan antar produk lain.
    Alkohol dibuat dari etilena:
    CH2 = CH2 + H2O → CH3 – CH2OH



  4. Etilen glikol atau Glikol
    Glikol digunakan sebagai bahan anti beku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin.
    Berikut ini beberapa petrokimia dari olefin dengan bahan dasar propilena.

  5. Polipropilena
    Plastik polipropilena lebih kuat dibanding polietilena. Jenis plastik polipropilena sering digunakan untuk karung plastik dan tali plastik.



  6. Gliserol
    Zat ini digunakan sebagai bahan kosmetik (pelembab), industri makanan dan bahan untuk membuat bahan peledak (nitrogliserin)

  7. Isopropil alkohol
    Zat ini digunakan sebagai bahan utama untuk produk petrokimia lainnya seperti aseton (bahan pelarut, misalnya untuk melarutkan kutek)
    Petrokimia yang pembuatannya menggunakan bahan dasar butadiene adalah karet sintetik seperti SBR (styrene-butadilena-rubber) dan nylon -6,6, sedangkan yang menggunakan bahan dasar isobutilena adalah MTBE (metil tertiary butyl eter)



Petrokimia dari Aromatik
Bahan dasar aromatik yang terpenting adalah benzena, toluena, dan xilena (BTX). Bahan dasar benzena umumnya diubah menjadi stirena, kumena dan sikloheksana
  1. Stirena digunakan untuk membuat karet sinetik

  2. Kumena digunakan untuk membuat fenol, selanjutnya fenol untuk membuat perekat

  3. Sikloheksana digunakan terutama untuk membuat nylon

  4. Benzena digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat detergen. Bahan dasar untuk toluena dan xilena untuk membuat bahan peledak (TNT), asam tereftalat (bahan pembuat serat).

Petrokimia dan gas-sinetik
Gas sinetik merupakan campuran dari karbon monoksida dan hidrogen. Beberapa contoh petrokimia dari syn-gas sebagai berikut:
  1. Amonia (NH3)
    N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)


    Gas nitrogen dari udara dan gas hidrogennya dari syn-gas. Amonia digunakan untuk membuat pupuk [CO(NH2)2] urea, [(NH4)2SO4]; pupuk ZA dan (NH4NO3); amonium nitrat.

  2. Urea [CO(NH2)2]
    CO2(g) + 2NH3(g) → NH2COH4(S)


    NH2CONH4(S) → CO(NH2)2(S) + H2O(g)

  3. Metanol (CH3OH)

    CO(g) + 2H3(g) → CH3OH(g)
    Sebagian besar metanol diubah menjadi formal-dehida dan sebagian digunakan untuk membuat serat dan campuran bahan bakar.

  4. Formal dehida (HCHO)

    CH3OH(g) → HCHO(g) + H2(g)
    Formal dehida dalam air dikenal dengan formalin yang digunakan mengawetkan preparat biologi.



BAB III

PENUTUP




Kesimpulan



Proses pembentukan minyak bumi yaitu berasal dari reaksi kalsium karbida, CaC2 (dari reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air yang menghasilkan asetilena yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.
Minyak bumi selain bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari yang disebut petrokimia.


DAFTAR PUSTAKA


Ika Ratna Sari, S.Pd. 2006. Metode Belajar Efektif Kimia : Jawa Tengah. CV Media Karya Putra.

Purba Michael. 2004. Kimia Untuk SMA : Jakarta. PT Erlangga.







Terima Kasih
Created By Syarief Hidayat



------------------------------------------------------------------------------------------
READ MORE - Makalah Kimia Tentang Minyak Bumi