Contoh Proposal usaha | sample bisnis Proposal

As we know that to start business and to make sure our future business running is good plan and good business proposal to ensure the fund easily withdrawn (he he Satan smile mode : ON)

Contoh proposal usaha kecil ayam kampung - Persiapkan proposal usaha sebelum anda memulai usaha dengan para pemodal, di bawah ini adalah contoh proposal usaha kecil ayam kampung untuk bisnis usaha yang menggiurkan. Anda dapat memodifikasi contoh proposal usaha di bawah sesuai

contoh proposal usaha | contoh proposal usaha kecil - Artikel komplit mengenai contoh proposal usaha, bagaimana membuat usaha bahkan ada yang langsung di download aja. contoh proposal usaha ini dibikin dengan susah payah jadi jangan sembarangn mengkopas ya? ...butuh pinjaman modal peribadi swasta

Contoh Proposal Usaha toko Percetakan - PROPOSAL USAHA. business strategy as sun-tzu (maybe):. Sample Business Proposal digital Printing - BUSINESS proposal. Business strategy. 1. Precondition: there is no similar businesses are running around the mention area ; The products or services that mutually reinforce each other and cover available in the area; not know the season… and bla bla bla..

Prepare a business proposal before you start the business with the financier, Sample Proposal below is an example of small business for the chicken business / poultry farming, which now is becoming trends. You can modify the sample business proposals under the appropriate GPL (hue he he GPL apaan ya?)
READ MORE - Contoh Proposal usaha | sample bisnis Proposal

soal trigonometri dan pembahasannya | soal trigonometri dan pembahasannya

Belajar soal trigonometri dan pembahasannya, cara mudah untuk mahir soal trigonometri dan pembahasannya, hasil temuan bermutu kunci dan soal trigonometri dan pembahasannya, dapat anda lihat di sini

pembahasan soal matematika

oleh math  kiat kiat menyelesaikan soal soal olimpiade. math-trigonometri.blogspot.com/

Soal Trigonometri Berikut ini adalah soal-soal UAN dan pembahasan mengenai Trigonometri. Materi UAN untuk SMA IPA dan SMK. Kemungkinan 2 soal untuk SMK dan 3 soal untuk SMA IPA. Silahkan di download, semoga berguna untuk para siswa dan guru. ...

buku n soal ujian Matematika (pembahasan), Fisika (pembahasan), Kimia (pembahasan), Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN - Tahun 2004 Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKN - Tahun 2003 ...

ATURAN L'HOPITAL : CARA CEPAT MENGERJAKAN SOAL LIMIT (SIAP UNAS) Seringkali Soal Limit sulit dikerjakan, terutama bagi mereka yang belum fasih dalam pemfaktoran ataupun pengubahan rumus pada limit trigonometri. Akan tetapi ada cara mudah dan cepat (nanti dapat dibandingkan untuk soal-soal limit yang ...

Cara Mudah Belajar Menyukai Matematika b. kelompokan rumus rumus yang ada c. mulai mengerjakan soal-soal yang ada pembahasannya. d. kerjakan soal tadi tanpa liat pembahasan. e. kerjakan soal lain yang tipenya sama. f. Terus berlatih soal-soal yang lain. ...

READ MORE - soal trigonometri dan pembahasannya | soal trigonometri dan pembahasannya

soal psikotest anak smp | soal psikotest anak smp

Info lengkap soal psikotest anak smp, related link content to soal psikotest anak smp, you want to find soal psikotest anak smp?

Bank soal lengkap SD, SMP, SMA, SMK, MAN, SNMPTN / SPMB, Psikotes ...

Posted in 1 Bank soal lengkap SD SMP SMA SMK MAN SNMPTN SPMB Psikotes Ujian nasional pegawai lowongan Tagged: ANAK, bank soal lengkap, bank soal lengkap man, bank soal lengkap smk, bank soal lengkap itb, bank soal lengkap mi, bank soal ...

Sibuk ooh Sibuuuk !

--Psikotes nih, susah bgt bgt bgt lah. kirain sama psikolog gt, diwawancara kyk waktu saya kelas 4 dulu, tapi tes tertulis dong iih males ya. hmm ada 200 soal lebih deh. pertama ada pola gt trs ada yg ilang bagiannya, tinggal pilih. ...

aku tadi ke SMP 9, soalnya ada tes psikotes ... soal soalnya gila!! aku belom pelajarin.. yg sama dibuku cuma beberapa. T_____T Bukan cuma aku aja yang kesusahan, tapi kayaknya semua orang kesusahan... Soalnya diruanganku (ruang 1 untuk ...

Yang ikut ujian kemaren 970 anak smp, kurleb 200 anak dari smp Labs nya sendiri...huhuhu...ketatnya perebutan kursi smu Labs...anakku bilang psikotesnya bikin pusing, 2 jam sendiri bt psikotes abis itu br tes akademik 2 jam lagee. ...

READ MORE - soal psikotest anak smp | soal psikotest anak smp

PTK Penelitian tindakan kelas | karya ilmiah Penelitian tindakan kelas

Artikel tentang karya ilmiah Penelitian tindakan kelas, info lomba Penelitian tindakan kelas, keterkaitan blog related content to Penelitian tindakan kelas atau PTK dan karya ilmiah.

Lomba Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2009

Naskah lomba yakni hasil penelitian, PTK / Penelitian tindakan kelas, evaluasi dan atau kajian yg dilaksanakan & disusun secara prosedur ilmiah. Kontestan Cuma diperkenankan mengirim sebuah naskah lomba yang mana harus selaras dengan bidang kewajiban yang lebih lengkap baca di defantri.blogspot.com

Download Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Model-Model Pembelajaran

Mengapa harus Penelitian Tindakan Kelas? Karena Penelitian Tindakan Kelas tidak memerlukan jangka waktu special dan tak menyinggung jadwal kegiatan pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas ini juga lebih simpel, tidak seperti reearch yang lain seperti skripsi or thesis, atau kajian ilmiah yang ribet dan jelasnya ada di sunartoedris.wordpress.com

Contoh Karya Ilmiah PTK

Metode Pengumpulan data : Instrumen Penelitian : Teknik Analisis Data : DAFTAR PUSTAKA. Posted in PGSD Melawi 2006 Tagged: Contoh PTK, karya Ilmiah. jelasnya baca di melawiraya.wordpress.com

READ MORE - PTK Penelitian tindakan kelas | karya ilmiah Penelitian tindakan kelas

KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KEPUTUSAN

KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

NOMOR : 142 TAHUN 2004

TENTANG

PANDUAN PELATIHAN DASAR KEWIRAUSAHAAN

DALAM GERAKAN PRAMUKA

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Menimbang : a. Bahwa Gerakan Pramuka sebagai alah satu wahana pembinaan kaum muda perlu menyelenggarakan program pendidikan kader pembangunan yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan sikap kewirausahaandalam memasuki milenium III;

b. Bahwa Instruksi Presiden Nomor : 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan perlu ditumbuhkembangkan dalam Jajaran Gerakan Pramuka;

c. Bahwa Kwarnas Gerakan Pramuka perlu menetapkan Panduan Pelatihan Dasar dan Lanjutan Kewirausahaan dalam Gerakan Pramuka;

Mengingat : 1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;

2. Instruksi Prsiden Nomor : 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan;

3. Renstra Gerakan Pramuka 2004-2009;

4. Renja Gerakan Pramuka 2004-2009;

5. Keputusan Ka Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 091 Tahun 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lemdikanas;

6. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 18 Tahun 2002 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan Anggota Dewasa dalam Gerakan Pramuka.

Memperhatikan : Saran Pokja dan Komisi Binawasa;

M E M U T U S K A N :

Menetapkan :

Pertama : Mengesahkan Panduan Pelatihan Dasar Kewirausahaan dalam Gerakan Pramuka.

Kedua : Menginstruksikan kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan keputusan ini.

Ketiga : Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.

Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 31 Desember 2004

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Ketua

TTD

Prof. DR. dr. H. Azrul Anwar, MPH

Disalin sesuai dengan aslinya

Kwartir Cabang Kota Semarang

Sekretaris,

Ttd.

Gunawan Surendro

NTA. 113300098

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

LAMPIRAN I KEPUTUSAN

KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

NOMOR : 142 TAHUN 2004

TENTANG

PANDUAN PELATIHAN DASAR KEWIRAUSAHAAN

DALAM GERAKAN PRAMUKA

I. DASAR PERTIMBANGAN

1. Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, melalui Kepramukaandi lingkungan sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah, dengan tujuan membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang bermoral Pancasila.

2. Gerakan Pramuka sebagai salah satuwahana pembinaan kaum muda melalui Kepramukaan, perlu menyelenggarakan program pendidikan kader pembangunan yang berorientasi pada pembinaan dan pengembangan sikap kewirausahaan dalam memasuki milenium III.

3. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemauan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yangmengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh manfaat/keuntungan yang lebih besar.

4. Dalam rangka membina dan mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan kaum muda khususnya Pramuka sebagai realisasi Inpres Nomor : 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan dan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, maka Kwartir Nasional dalam hal ini Lemdikanas menyelenggarakan Pelatihan Dasar Kewirausahaan.

II. PELATIHAN DASAR KEWIRAUSAHAAN DALAM GERAKAN PRAMUKA

1. Tujuan

Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan motivasi untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri dan masyarakat.

2. Sasaran

Setelah mengikuti pelatihan dasar kewirausahaan ini, peserta mampu :

a. Menjelaskan apa, mengapa, bagaimana dan sasaran, tujuan kewirausahaan dalam Gerakan Pramuka.

b. Menerapkan jiwa kewirausahaan, baik terhadap dirisendiri maupun orang lain.

c. Menjadi motivator kewirausahaan.

d. Melakukan kegiatan nyata kewirausahaan yang berhasil guna dan tepat guna.

e. Mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan lanjutan kewirausahaan.

3. Waktu

a. Pelatihan kewirausahaan dilaksanakan selama 6 hari : dalam kelas 4 hari dan berkemah 2 hari.

b. Pelaksanaan dapat dilakukan secara paruh waktu sesuai dengan kondisi setempat, dengan tidak mengurangi jumlah jam pelajaran dan secara berkesinambungan.

4. Peserta

a. Anggota Dewasa Muda :

Pramuka Pandega.

b. Anggota Dewasa :

1) Pembina Pramuka.

2) Pembantu Pembina Pramuka.

3) Pelatih Pembina Pramuka.

4) Pamong SAKA.

c. Kelas Anggota Dewasa Muda dan Anggota Dewasa terpisah.

5. Penyelenggara

Kwartir dan pelaksanaannya adalah Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka (Lemdika).

6. Kurikulum

Kurikulum Pelatihan Dasar Kewirausahaan disusun sebagai berikut :

6.1. Pengantar

Modul I : Pengantar 5 JP

a. Upacara pembukaan 1 JP

b. Orientasi pelatihan 2 JP

c. Dinamika kelompok 2 JP

6.2. Inti

Modul II : Penghayatan AD/ART Gerakan Pramuka 8 JP

Modul III : Penghayatan Inpres No. 4 Th. 1995

dan Kewirausahaan 21 JP

a. Penghayatan Inpres No. 4 Th. 1995 8 JP

b. Kewirausahaan 4 JP

c. Kewirausahaan dalam Gerakan Pramuka 6 JP

d. Keberhasilan dalam sebuah bisnis 3 JP

Modul IV : Manajemen 18 JP

a. Dasar-dasar Manajemen 4 JP

b. Pengertian Dasar SDM 4 JP

c. Pengertian Manajemen Bisnis 4 JP

d. Satuan Karya Pramuka wadah Pembinaan

Kewirausahaan 6 JP

Modul V : Wisata Karya 10 JP

Peninjauan lapangan ke obyek wirausahaan

6.3. Penutup

Modul VI : Pelengkap 11 JP

a. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut 3 JP

b. Forum terbuka 2 JP

c. Malam gembira 3 JP

d. Evaluasi 2 JP

e. Upacara penutupan 1 JP

Jumlah jam pelajaran : 5 + 8 + 21 + 18 + 10 + 11 = 73 JP

7. Metode

a. Diskusi

b. Studi kasus

c. Proyek kelompok

d. Games

e. Wisata karya

f. Lokakarya

g. Meta Plan

h. Outdoor

8. Materi

Materi dalam Pelatihan Dasar Kewirausahaan terangkum dalam kurikulum yang terbagi dalam :

a. Pengantar : 5 JP

b. Inti : 57 JP

c. Penutup : 11 JP

9. Tim Pelatih

a. Tim Pelatih dibentuk oleh Ka. Lemdik.

b. Jumlah anggota tim pelatih disesuaikan dengan kebutuhan, terdiri atas Pelatih, Pembina Pramuka dan Pelatih Tamu/Instruktur.

c. Instruktur dari instansi/organisasi terkait.

10. Prosedur dan Proses

Prosedur I : Pengantar

Proses : a. Pembukaan, dengan penekanan pada wawasan kewirausahaan.

b. Orientasi, peserta memperoleh kejelasan tentang Pelatihan Dasar Kewirausahaan dan apa yang diharapkan dari peserta selama pelatihan.

c. Dinamika kelompok, mencairkan kebekuan melalui games, sehingga berkembang kondisi interaktif antar peserta pelatihan.

Prosedur II : Inti

Proses : a. Forum pembelajaran interaktif masing-masing kelompok yang sudah terbentuk.

b. Praktek hasil bahasan dalam bentuk diskusi dan tanya jawab.

c. Peninjauan lapangan dengan wisata.

d. Sumber materi : bahan serahan.

Prosedur III : Pelengkap

Proses : a. Open forum

b. Kesan pesan

c. Evaluasi

d. Penutupan

III. PENUTUP

Persiapan untuk Tim Pelatih agar menghayati Rujukan Pelatihan Dasar Kewirausahaan serta materi-materi yang harus disajikan bersama lembar penugasannya.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 31 Desember 2004

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Ketua

TTD

Prof. DR. dr. H. Azrul Anwar, MPH

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

LAMPIRAN II KEPUTUSAN

KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

NOMOR : 142 TAHUN 2004

TENTANG

PANDUAN PERKEMAHAN PELATIHAN DASAR KEWIRAUSAHAAN

DALAM GERAKAN PRAMUKA

I. DASAR PERTIMBANGAN

1. Kegiatan di alam terbuka, sebagai salah satu unsur Metode Kepramukaan, merupakan cara yang efektif dalam proses pembentukan watak dan kepribadian, pemantapan mental/moral/spiritual, fisik, intelektual, emosional dan sosial peserta didik sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat, karena itu kegiatan di alam terbuka dalam kepramukaan perlu dan penting dilaksanakan.

2. Berkemah merupakan salah satu bentuk kegiatan di alam terbuka sebagai penerapan Metode Kepramukaan yang mendorong peserta didik untuk membina dan mendidik dirinya secara mandiri serta instropeksi, sehingga menyadari tentang diri pribadinya yang berkaitan dengan Prinsip Dasar dan Kode Kehormatan Pramuka.

3. Berkemah serta acara kegiatannya dalam perkemahan harus dilaksanakan sesuai dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan untuk mencapai tujuan pendidikan. Di samping itu berkemah dalam perkemahan Pramukan harus menjamin keselamatan, keamanan, kesehatan dan kenyamanan peserta didik.

4. Perkemahan dalam Pelatihan Dasar Kewirausahaan merupakan bagian integral Pelatihan Dasar Kewirausahaan untuk memberikan pengalaman praktis yang mendasar tentang perkemahan.

II. PERKEMAHAN

1. Perkemahan Pelatihan Dasar Kewirausahaan

Perkemahan Pelatihan Dasar Kewirausahaan merupakan kegiatan berkemah selama 2 (dua) hari bagi para peserta Pelatihan Dasar Kewirausahaan yang telah mengikuti kegiatan sesi dalam kelas selama 4 (empat) hari dan merupakan persyaratan untuk memperoleh sertifikat Pelatihan Dasar Kewirausahaan.

2. Tujuan

Adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman praktis yang mendasar tentang berkemah, sebagai acara kegiatan di alam terbuka dalam rangka menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

3. Sasaran

Peserta mampu :

a. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis kegiatan berkemah, sebagai alat pendidikan yang efektif bagi pembinaan watak kaum muda.

b. Mampu menerapkan keterampilan manajerial dan kepentingan yang efektif dalam mengelola Kwartir dan Satuan.

4. Manajemen Perkemahan adalah Tim Pelatih yang dipimpin oleh Ketua Tim Pelatih dan sebagai Pembina Perkemahan (Camp Chief). Perkemahan untuk putera dan puteri terpisah sehingga perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Perkemahan Puteri dan Perkemahan Putera dipimpin oleh Pembina Perkemahan Putera.

5. Materi dalam perkemahan

a. Team Building.

b. Kerjasama Tim.

c. Kegiatan Kepramukaan.

d. Pengembangan keterampilan manajerial dan kepemimpinan.

e. Materi Pelatihan Dasar Kewirausahaan yang belum disampaikan melalui sesi dalam kelas.

6. Perlengkapan berkemah dalam perkemahan

a. Perlengkapan pribadi :

1) Sesuaikan dengan situasi dan kondisi perkemahan khususnya waktu, lokasi, musim, tujuan dan sasaran, lingkungan, acara dan lain-lain.

2) Semua perlengkapan pribadi supaya disusun dalam ransel yang praktis dan tidak menyusahkan perjalanan.

3) Obat-obatan yang diperlukan untuk pribadi supaya disusun secara praktis.

4) Tidak membawa barang-barang berharga.

5) Alat-alat perorangan yang diperlukan untuk kegiatan keterampilan berkemah dan kepramukaan.

b. Perlengkapan kelompok :

1) Sesuaikan dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi perkemahan.

2) Alat perlengkapan berkemah untuk kelompok termasuk tenda.

3) Alat perlengkapan berkemah untuk kelompok disusun praktis sehingga dapat dibawa oleh tiap anggota kelompok.

7. Proses dan Prosedur Perkemahan

a. Persiapan :

1) Hari pertama Pelatihan Dasar Kewirausahaan, pada waktu orientasi, peserta pelatihan diberi informasi yang jelas tentang Perkemahan Pelatihan Dasar Kewirausahaan yang akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari mulai hari ke V Pelatihan Dasar Kewirausahaan.

2) Pada hari ke IV sebelum perkemahan peserta supaya mengadakan diskusi persiapan kelompok masing-masing.

b. Pelaksanaan Perkemahan Pelatihan Dasar Kewirausahaan

1) Pada hari ke V Pelatihan Dasar Kewirausahaan, peserta yang dibagi dalam kelompok-kelompok berangkat menuju tempat berkemah dengan membawa perlengkapan berkemah dan tiba di perkemahan pkl. 09.00 WIB.

2) Setiba di perkemahan melaporkan kepada Pembina Perkemahan atau Pelatih yang ditugaskan.

Kelompok memperoleh :

– Alat dan perlengkapan yang disediakan Tim Pelatih.

– Petunjuk lokasi berkemah.

– Petunjuk-petunjuk lain yang berkaitan dengan perkemahan dan jadwal/acara perkemahan.

– Kelompok membuka/mendirikan kemah masing-masing.

3) Setelah kemah siap, ketua kelompok membagi tugas untuk tiap peserta dengan dipimpin oleh ketua kelompok mendiskusikan/membahas Lembar Penugasan Kelompok tentang Peraturan dan Tata Tertib Perkemahan untuk dilaporkan dalam Sidang Pleno. Sidang Pleno merumuskan Peraturan dan Tata Tertib Perkemahan untuk ditaati peserta perkemahan.

4) Tiap peserta perkemahan mengisi formulir evaluasi dan menyerahkannya melalui ketua kelompok untuk diserahkan kepada Pembina Perkemahan pada hari terakhir.

8. Penutupan Perkemahan

Penutupan perkemahan sekaligus merupakan penutupan pelatihan setelah upacara penutupan, kelompok :

a. Membongkar kemah, membersihkannya, memeriksa, bila ada kerusakan dilaporkan kepada pelatih/petugas.

b. Membersihkan dan merapihkan tempat berkemah, sehingga tidak terlihat bahwa tempat tadi bekas berkemah.

c. Ketua kelompok mengembalikan alat perlengkapan yang diterima sebagai pimpinan kelompok kepada Tim Pelatih.

d. Kelompok meninggalkan tempat berkemah setelah tempat berkemah diperiksa oleh Tim Pelatih.

e. Ketua kelompok menyerahkan formulir evaluasi yang telah diisi oleh tiap peserta kepada Tim Pelatih pada waktu pemeriksaan.

9. Evaluasi dan Pelaporan

Tim Pelatih dengan dipimpin oleh Ketua Tim Pelatih, mengadakan rapat akhir Tim Pelatih untuk mengadakan evaluasi peserta atas dasar hasil rapat, Ketua Tim Pelatih menyusun laporan, laporan disampaikan kepada Ka. Lemdik dan Ketua Kwartir.

III. PENUTUP

1. Panduan Perkemahan Pelatihan Dasar Kewirausahaan ini merupakan bagian integral Panduan Pelatihan Dasar Kewirausahaan.

2. Panduan Perkemahan Pelatihan Dasar Kewirausahaan ini bila perlu disesuaikan dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi setempat.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 31 Desember 2004

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Ketua

TTD

Prof. DR. dr. H. Azrul Anwar, MPH

Disalin sesuai dengan aslinya

Kwartir Cabang Kota Semarang

Sekretaris,

TTD

Gunawan Surendro

NTA. 113300098

READ MORE - KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

Artikel Kimia Minyak Bumi

Artikel Tugas Kimia SMU tentang Minyak Bumi Pertambangan, batu Bara, gas dan lain-lain untuk referensi teman-teman dan adik-adik, dan pembaca umumnya.

Disusun Oleh :

Ahmad Husen

Fandi Anggar P.

Ginanjar Prio A.

Wisnu Abrianto K,


ASAL USUL MINYAK BUMI

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.

Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

1. Pembentukan Minyak Bumi, Gas Alam, dan Batu Bara

Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor danindustri berasal dari minyak bumi,gas alam dan batu bara. Ketiga jenis tersebut bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehinggga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lampau.Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar lautan yang kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh suhu dan tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu,dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu dan mengubahnya menjadi minyak dan gas.

Proses pembentukan minyak dan gas ini memakan waktu jutaan tahun.Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori bagaikan air dalam batu karang .Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkonsentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Walaupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak dan gas yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, seingga sebagian lautan menjadi daratan.

Adapun batu bara yang dipercaya berasal dari pohon-pohon dan pakis yang hidup sekitar 3 juta tahun yang lalu, kemudian terkubur mungkin karena gempa bumi atau letusan gunung berapi.

2. Komposisi Gas Alam, Minyak Bumi, dan Batu Bara

Gas alam terdiri dari alkana suhu rendah yaitu metana,etana,propana,dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Selain itu alkana juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Alkana adalah golongan senyawa yang kurang reaktif karena sukar bereaksi sehinggga disebut parafin yang artinya afinitas kecil. Reaksi penting dari alkana adalah pembakaran, substitusi, dan perengkahan (Cracking). Pembakaran sempurna menghasilkan CO2 dan H2O

Reaksi pembakaran propana

C3H8 + 5O2 → 3CO2 + 4H2O Jika pembakaran tidak sempurna menghasilkan CO dan H2O,atau jelaga (partikel karbon )

Beberapa sumur gas juga mengfandung helium. Etana dalam gas alam biasanya dipisahkan untuk keperluan industri.Propana dan Butana juga dipisahkan kemudian dicairkan yang dikenal dengan LPG. Metana terutama digunakan sebagai bahan bakar,sumber hidrogen dan untuk pembuatan metanol.

Minyak bumi adalah suatu capuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon.Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama alkana, kemudian sikloalkana. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik, sedikit alkena dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen, nitrogen, dan belerang. Komposisi minyak bumi sngat bervariasi dari suatu sumur ke sumur lainnya dan dari suatu daerah ke daerah lain.

CARA PENAMBANGAN MINYAK BUMI

Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Di Indonesia penambangan minyak terdapat di berbagai tempat, misalnya Aceh, Sumatera Utara , Kalimantan , dan Irian Jaya.Minyak mentah (crude oil ) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya, tetapi harus diolah terlebih dahulu.

Minyak mentah (cruide oil ) mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hinggga 50, karena titik didih karbon telah meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C dalam molekulnya.Oleh karena itu pengolahan (pemurnian =refining ) minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip.Mula-mula minyak mentah pada suhu sekitar 400°C, kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi.

Komponen yang titik didihnya tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah,sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup.

PROSES PENYULINGAN MINYAK BUMI DAN HASILNYA

Pengilangan/penyulingan (refining) adalah proses perubahan minyak mentah menjadi produk yang dapat dijual (marketeble product) melalui kombinasi proses fisika dan kimia.

Ø Produk yang dihasilkan dari proses pengilangan/penyulingan

tersebut antara lain:

1. Light destilates adalah komponen dengan berat molekul terkecil.

a. Gasoline (Amerika Serikat) atau motor spirit (Inggris) atau bensin (Indonesia)

memiliki titik didih terendah dan merupakan produk kunci dalam penyulingan yang digunakan sebagai bahan pembakar motor (:t 45% dari minyak mentah diproses untuk menghasilkan gasolin.

b. Naphta adalah material yang memiliki titik didih antara gasolin dan kerasin.

Beberapa naphta digunakan sebagai :

- Pelarut dry cleaning (pencuci)

- Pelarut karet

- Bahan awal etilen

- Dalam kemileteran digunakan sebagai bahan bakar jet dikenanl sebagai jP-4

c. Kerosin memiliki titik didih tertinggi dan biasanya digunakan sebagai

- Minyak tanah

- Bahan bakar jet untuk air plane

2. Intermediate destilates merupakan minyak gas atau bahan bakar diesel yang penggunaannya sebagai bahan bakar transportasi truk-truk berat, kereta api, kapal kecil komersial, peralatan pertanian dan lain-lain.

3.Heavy destilates merupakan komponen dengan berat molekul tinggi. Fraksi ini biasanya dirubah menjadi minyak pelumas (lubricant oils), minyak dengan berat jenis tinggi dari bahan bakar, lilin dan stock cracking. 4.Residu termasuk aspal, residu bahan bakar minyak dan petrolatum.

Pemrosesan Minyak Bumi

Pada pemrosesan minyak bumi melibatkan 2 proses utama, yaitu :

1. Proses pemisahan (separation processes)

2. Proses konversi (convertion processes)

Proses pengilangan (refines) pertama-tama adalah mengubah komponen minyak menjadi fraksi-fraksi yang laku dijual berupa beberapa tipe dari destilasi. Beberapa perlakuan kimia dan pemanasan dilakukan untuk memperbaiki kualitas dari produk minyak mentah yang diperoleh. Misalnya pada tahun 1912 permintaan gasolin melebihi supply dan untuk memenuhi permintaan tersebut maka digunakan proses "pemanasan" dan "tekanan" yang tinggi untuk mengubah fraksi yang tidak diharapkan. Molekul besar menjadi yang lebih kecil dalam range titik didih gasolin, proses ini disebut cracking.

a. Proses Pemisahan (Separation Processes)

Unit operasi yang digunakan dalam penyulingan minyak biasanya sederhana tetapi yang kompleks adalah interkoneksi dan interaksinya. Proses pemisahan tersebut adalah :

1. Destilasi

Bensin, kerasin dan minyak gas biasanya disuling pada tekanan atmosfer,

fraksi-fraksi minyak pelumas akan mencapai suhu yang lebih tinggi dimana zat-zathidrokarbon mulai terurai (biasanya kira-kira antara suhu 375 -400°C) karena itu lebih baik jika minyak pelumas disuling dengan tekanan yang diturunkan. Pengurangan tekanan diperoleh dengan menggunakan sebuah pompa vakum(vacuum pump).

2. Absorpsi

Umumnya digunakan untuk memisahkan zat yang bertitik didih tinggi dengan gas. Minyak gas digunakan untuk menyerap gasolin alami dari gas-gas basah. Gas-gas dikeluarkan dari tank penyimpanan gas sebagai hasil dari pemanasan matahari yang kemudian diserap ulang oleh tanaman. Steam stripping pada umumnya digunakan untuk mengabsorpsi hidrokarbon fraksi ringan dan memperbaiki kapasitas absorpsi minyak gas.

Proses ini dilakukan terutama dalam hal-hal sebagai berikut:

- Untuk mendapatkan fraksi-fraksi gasolin alami yang dapat dicampurkan pada bensin.

- Untuk pemisahan gas-gas rekahan dalam suatu fraksi yang sangat ringan (misalnya fraksi yang terdiri dari zat hidrogen, metana, etana) dan fraksi yang lebih berat yaitu yang mempunyai komponen-komponen yang lebih tinggi.

- Untuk menghasilkan bensin-bensin yang dapat dipakai dari berbagai gas ampas dari suatu instalasi penghalus.

3. Adsorpsi

Proses adsorpsi digunakan untuk memperoleh material berat dari gas.

Pemakaian terpenting proses adsorpsi pada perindustrian minyak adalah :

- Untuk mendapatkan bagian-bagian berisi bensin (natural gasoline) dari gas-gas

buni, dalam hal ini digunakan arang aktif.

- Untuk menghilangkan bagian-bagian yang memberikan warna dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki dari minyak, digunakan tanah liat untuk menghilangkan warna dan bauxiet (biji oksida-aluminium).

4. Filtrasi

Digunakan untuk memindahkan endapan lilin dari lilin yang mengandung destilat. Filtrasi dengan tanah liat digunakan untuk decolorisasi fraksi.

5. Kristalisasi

Sebelum di filtrasi lilin harus dikristalisasi untuk menyesuaikan ukuran kristal dengan cooling dan stirring. Lilin yang tidak diinginkan dipindahkan dan menjadi lilin mikrokristalin yang diperdagangkan.

6. Ekstraksi

Pengerjaan ini didasarkan pada pembagian dari suatu bahan tertentu dalam dua bagian yang mempunyai sifat dapat larut yang berbeda.

b. Proses Konversi (conversion processes)

Hampir 70% dari minyak mentah di proses secara konversi di USA, mekanisme yang terjadi berupa pembentukan "ion karbonium" dan "radikal bebas".

Dibawah ini ada beberapa contoh reaksi konversi dasar yang penting:

1. Cracking atau Pyrolisis

Cracking atau pyirolisis merupakan proses pemecahan molekul-molekul hidrokarbon besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dengan adanya pemanasan atau katalis.

C7H15C15H30C7H15 C7H16 + C6H12CH2 + C14H28CH2

Minyak gas berat gasolin gasalin (anti knock) recycle stockDengan adanya pemanasan yang cukup dan katalis maka hidrokarbon paraffin akan pecah menjadi dua atau lebih fragmen dan salah satunya berupa olefin. Semua reaksi cracking adalah endotermik dan melibatkan energi yang tinggi. Proses cracking meliputi:

* Proses cracking thermis murni

Proses ini merupakan proses pemecahan molekul-molekul besar dari zat hidrokarbon yang dilakukan pada suhu tinggi yang bekerja pada bahan awal selama waktu tertentu. Pada pelaksanaannya tidak mungkin mengatur produk yang dihasilkan pada

Suatu proses crackingi, biasanya selain menghasilkan bensin (gasoline) juga mengandung molekul-molekul yang lebih kecil (gas) dan molekul-molekul yang lebih besar (memiliki titik didih yang lebih tinggi dari bensin). Proses cracking dilakukan untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin yang berat yaitu yang mempunyai bilangan oktan yang buruk karena umunya bilangan oktan itu meningkat jika titik didihnya turun. Maka pada cracking bensin berat akan diperoleh suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya yang disebabkan oleh 2 hal,yaitu:

- Penurunan titik didih rata-rata

- Terbentuknya alken

Oleh karena itu bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi, misalnya dari

45-50 hingga 75-80.

* Proses cracking thermis dengan katalisator

Dengan adanya katalisator maka reaksi cracking dapat terjadi pada suhu yang lebih rendah. Keuntungan dari proses thermis-katalisator adalah:

- Perbandingan antara bensin terhadap gas adalah sangat baik karena disebabkan oleh pendeknya waktu cracking pada suhu yang lebih rendah.

- Bensin yang dihasilkan menunjukkan angka oktan yang lebih baik.

Dengan adanya katalisator dapat terjadi proses isomerisasi, dimana alkena alkena dengan rantai luru dirubah menjadi hidrokarbon bercabang, selanjtnya terjadi aromatik-aromatik dalam fraksi bensin yang lebih tinggi yang juga dapat mempengaruhi bilangan oktan.

* Proses cracking dengan chlorida-aluminium (AlCl3) yang bebas air

Bila minyak dengan kadar aromatik rendah dipanaskan dengan AlCl3 bebas air pada suhu 180-2000C maka akan terbentuk bensin dalam keadaan dan waktu Tertentu. Bahan yang tidak mengandung aromatik (misalnya parafin murni) dengan 2 atau 5% AlCl3 dapat merubah sebagian besar (90%) dari bahan itu menjadi bensin, bagian lain akan ditingga/ sebagai arang dalam ketel. Anehnya pada proses ini bensin yang dihasilkan tidak mengandung alkena-alkena tetapi masih memiliki bilangan oktan yang lumayan, hal ini mungkin disebabkan kerena sebagian besar alkena bercabang. Kerugian dari proses ini adalah :

- Mahal karena AlCl3 yang dipakai akan menyublim dan mengurai.

- Bahan-bahan yang dapat dikerjakan terbatas.

- Pada saat reaksi berlangsung, banyak sekali gas asam garam maka harus memakai

alat-alat yang tahan korosi.

2. Polimerisasi

Terbentuknya polimer antara ikatan molekul yang sama yaitu ikatan bersama darilight gasoline.

C C katalis C C

C – C = C + C – C = C C – C – C – C = C+ C - C- C- C = C - C

suhu /tekanan C C C

rantai pendek tidak jenuh rantai lebih panjang

Proses polimerisasi merubah produk samping gas hirokarbon yang dihasilkan pada cracking menjadi hidrokarbok liquid yang bisa digunakan sebagai:

- Bahan bakar motor dan penerbangan yang memiliki bilangan oktan yang tinggi.

- Bahan baku petrokimia.

Bahan dasar utama dalam proses polimerisasi adalah olefin (hidrokarbon tidak jenuh) yang diperoleh dari cracking still. Contohnya: Propilen, n-butilen, isobutilen.

CH3 CH3 CH3 H3PO4

2CH3 – C - CH2 CH3 - C - CH2 - C = CH2 C12H24

CH3 tetramer atau tetrapropilen

Isobutelin diisobutilen (campuran isomer)

3. Alkilasi

Proses alkilasi merupakan proses penggabungan olefin dari aromat atau

hidrokarbon parafin.

C katalis C

C = C + C - C - C C - C - C - C

C

etilen isobutan 2,2-dimetilbutan atau neoheksan (unsaturated) (isounsaturated) ( saturated branched chain) Proses alkilasi adalah eksotermik dan pada dasarnya sama dengan polimerisasi, hanya berbeda pada bagian-bagian dari charging stock need be unsaturated. Sebagai hasilnya adalah produk alkilat yang tidak mengandung olefin

dan memiliki bilangan oktan yang tinggi. Metode ini didasarkan pada reaktifitas dari

karbon tersier dari isobutan dengan olefin, seperti propilen, butilen dan amilen.

4. Hidrogenasi

Proses ini adalah penambahan hidrogen pada olefin. Katalis hidrogen adalah logam yang dipilih tergantung pada senyawa yang akan di reduksi dan pada kondisi hidrogenasi, misalnya Pt, Pd, Ni, dan Cu.

C H2 C

C – C – C = C - C C - C – C – C - C

C katalis C C diisobutilen isooktan

Disamping untuk menjenuhkan ikatan ganda, hidrogenasi dapat digunakan untuk mengeliminasi elemen-elemen lain dari molekul, elemen ini termasuk oksigen, nitrogen, halogen dan sulfur.

5. Hydrocracking

Proses hydrocracking merupakan penambahan hidrogen pada proses cracking.

C17H15C15H30C7H15 + H2 C7H16 + C7H16 + C15H32

heavy gas oil straight chain branched chain recycle stock

6. Isomerisasi

Proses isomerisasi merubah struktur dari atom dalam molekul tanpa adanya perubahan nomor atom.

3000C

C - C - C - C C - C - C

AlCl3

Proses ini menjadi penting karena dapat menghasilkan iso-butana yang dibutuhkan untuk membuat alkilat sebagai dasar gasoline penerbangan.

CH3

CH3 - CH2 - CH2 - CH3 CH3 - CH - CH3

n-butana iso-butana

7. Reforming atau Aromatisasi

Reforming merupakan proses konversi dari naptha untuk memperoleh produk yang memiliki bilangan oktan yang tinggi, dalam proses ini biasanya menggunakan katalis rhenium, platinum dan chromium.

CH3

panas

CH3 - CH2 - CH2 - CH2 - CH2 - CH2 - CH3 + 4H2

Cr2O3 dlm Al2O3

Penentuan Mutu Bensin

Jenis Bahan Bakar Minyak Bensin merupakan nama umum untuk beberapa jenis BBM yang diperuntukkan untuk mesin dengan pembakaran dengan pengapian. Di Indonesia terdapat beberapa jenis bahan bakar jenis bensin yang memiliki nilai mutu pembakaran berbeda. Nilai mutu jenis BBM bensin ini dihitung berdasarkan nilai RON (Randon Otcane Number). Berdasarkan RON tersebut maka BBM bensin dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

- Premium (RON 88) : Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Warna kuning tersebut akibat adanya zat pewarna tambahan (dye). Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti : mobil, sepeda motor, motor tempel dan lain-lain. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol.

- Pertamax (RON 92) : ditujukan untuk kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal (unleaded). Pertamax juga direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi diatas tahun 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters.

- Pertamax Plus (RON 95) : Jenis BBM ini telah memenuhi standar performance International World Wide Fuel Charter (WWFC). Ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi mutakhir yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan ramah lingkungan. Pertamax Plus sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi ratio > 10,5 dan juga yang menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers dan catalytic converters.

READ MORE - Artikel Kimia Minyak Bumi