SKRIPSI PTK PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA UNTUK MEMAHAMI WACANA BAHASA INGGRIS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN SCRABBLE

(KODE PTK-0045) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA UNTUK MEMAHAMI WACANA BAHASA INGGRIS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN SCRABBLE (MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS)




BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini, persaingan untuk mendapatkan kesempatan kerja semakin ketat. Hal ini disebabkan oleh persaingan yang dihadapi oleh para pencari kerja tidak hanya orang-orang senegara saja, akan tetapi mereka juga harus bersaing dengan pencari kerja dari negara atau bangsa lain. Di era global dan pasar bebas di mana antara satu dengan yang lain tanpa batas persaingannya. Untuk itu para tamatan sekolah harus mempunyai daya saing yang tinggi untuk memenangkan persaingan tersebut.
Bahasa memiliki peranan sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa dan merupakan kunci penentu keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Bahasa besar sekali peranannya bagi proses berpikir seseorang. Dalam hal ini bahasa merupakan alat berpikir yang utama. Segala macam pengertian, ide, konsep, pikiran, dan angan-angan kita lahirkan dengan bahasa. Dalam kehidupan berbahasa seseorang. Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi. Dalam komunikasi kita tak bisa lepas dari pikiran. Dapat juga dikatakan bahwa bahasa merupakan penyampai sekaligus pembentuk pikiran. Bahasa tidak hanya digunakan untuk mengungkapkan isi hati dan pandangan manusia, melainkan juga menggambarkan cara bagaimana orang itr menafsirkan berbagai kenyataan dan menyusunnya kembali serta mengkomunikasikan kepada orang lain. Kian baik seseorang menguasai bahasanya dan kian banyak bahasa yang dikuasainya dengan baik, maka orang tersebut mempunyai kemampuan berfikir yang tinggi.
Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang digunakan secara luas dalam setiap aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, bisnis dan hiburan.
Ketika kita berkomunikasi tentu ada pihak lain yang terlibat. Dengan perkataan lain, kita sebagai komunikator dan pihak lain sebagai komunikan. Hubungan antara komunikator dan komunikan bisa bersifat mesra atau sebaliknya. Kemesraan komunikasi di antaranya bisa ditentukan oleh kebagusan dan ketepatan pilihan kata atau bahasa yang digunakan. Pilihan kata atau bahasa tentu menyangkut kemampuan pemakaiannya.
Dalam era globalisasi ini bahasa mempunyai peran yang sangat penting, terlebih fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Bahasa Inggris yang sekarang ini sebagai bahasa internasional, sangat penting sekali untuk dikuasai. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa yang digunakan secara luas dalam setiap aspek kehidupan seperti ilmu pengetahuan, pendidikan, bisnis, dan hiburan.
Menyadari kenyataan pentingnya bahasa Inggris dimasa depan, maka pembelajaran bahasa Inggris sedini mungkin harus diterapkan di sekolah-sekolah yang merupan salah satu upaya peningkatan kompetensi individu dalam pembelajaran bahasa Inggris. Mengingat ke depan persaingan yang dihadapi dengan bangsa lain maka tamatan suatu sekolah selain harus mempunyai kompetensi produktif juga harus mempunyai kompetensi bahasa Inggris, karena bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar yang dipakai secara internasional.
Kenyataan yang ada di dunia kerja, yaitu dunia usaha dan dunia industri, bahwa penggunaan bahasa Inggris bagi tenaga kerja bukan hanya untuk memahami petunjuk, membaca manual ataupun memahami instruksi penggunaan peralatan lainnya, namun lebih pada penggunaan untuk berkomunikasi lisan, dan untuk bisa berkomunikasi secara baik harus menguasai kosakata yang memadai pula.
Sedangkan pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris yang selama ini di laksanakan masih belum bisa merangsang siswa supaya aktif di dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pembelajaran lebih banyak melatih siswa untuk melakukan latihan-latihan tertulis dan menghafalkan kata atau tata bahasa Inggris, bahkan ada siswa yang takut ketika ada pelajaran bahasa Inggris karena merasa tidak bisa, ada juga yang menjadi malas karena hanya di suruh membaca dan menterjemahkan, jadi siswa menjadi kurang aktif di dalam pembelajaran. Oleh karena itu seorang pengajar harus bisa memilih metode pembelajaran yang tepat supaya siswa bisa berperan aktif dalam pembelajaran. Untuk mendapatkan hal tersebut, maka perlu strategi pembelajaran bahasa Inggris yang mendorong siswa aktif dalam pembelajaran bahasa Inggris yaitu salah satunya dengan media pembelajaran bahasa Inggris.
Media pembelajaran bahasa Inggris yang akan lebih lanjut di bicarakan di sini adalalah media permainan yang berupa scrabble, yang di harapkan dengan media tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa akan lebih tertarik tanpa di bebani rasa takut, dan menjadi lebih aktif dalam pembelajaran bahasa Inggris terutama pada taraf penguasaan kosakata.

B. Identifikasi Masalah
Ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan terciptanya kondisi siswa kurang aktif saat kegiatan pembelajaran, khususnya bahasa Inggris. Beberapa faktor yang di maksud antara lain: a. Rendahnya minat dan motivasi siswa, b. Metode pembelajaran yang di gunakan kurang menarik, c. Kurang tersedianya alat bantu atau media pembelajaran, d. Paradigma sikap dan perilaku guru terhadap kegiatan pembelajaran yang tidak benar.
Selama ini guru belum bisa menggunakan media secara optimal dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris, sehingga murid kurang begitu antusias dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru dan menyebabkan penguasaan kosakata siswa kurang. Hal ini disebabkan karena guru kurang bervariasi dalam menggunakan materi untuk kegiatan belajar. Di samping itu, guru tidak menggunakan media yang optimal sehingga hasil yang dicapai juga kurang memenuhi target yang diharapkan.
Pembelajaran kosakata bahasa Inggris dapat juga diberikan atau disampaikan dengan menggunakan media yang sesuai dengan sasaran. Adapun media yang digunakan, media permainan bahasa berupa scrabble. Berkaitan dengan hal tersebut, penggunaan media scrabble dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosa kata pada siswa.

C. Rumusan Masalah
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah seberapa jauh keefektifan media scrabble dalam meningkatkan pengajaran penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa.

D. Batasan Masalah
Penggunaan alat atau media dalam berbagai bentuk pada umumnya bermanfaat dalam pembelajaran bahasa secara umum dan dalam pembelajaran bahasa Inggris pada khususnya. Alat atau media yang canggih dan mahal tidak selalu atau belum tentu lebih efektif, yang lebih adalah bagaimana alat itu dapat memikat dan menarik perhatian para pelajar dan mempertinggi motivasi mereka untuk belajar bahasa Inggris.
Dari berbagai permainan bahasa yang ada, media scrabble merupakan media yang tepat untuk digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan kosakata pada siswa.
Permainan bahasa adalah jenis permainan yang menimbulkan kegembiraan, dan ada ketrampilan bahasa yang terlatih (Soeparno, 1980 : 60). Permainan pada hakikatnya merupakan suatu aktifitas untuk memperoleh suatu ketrampilan tertentu dengan cara yang menggembirakan. Sudah barang tentu jenis dan sifat permainan berbeda-beda sesuai dengan umur, jenis kelamin, bakat, dan minatnya. Dengan jalan permainan itu kita akan memperoleh sesuatu kegembiraan atau kepuasan.
Untuk melatih ketrampilan dalam bidang kebahasaan dalam hal ini adalah kosakata dapat kita lakukan dengan menggunakan berbagai permainan bahasa. Permainan bahasa ini sebenarnya sudah biasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi pada umumnya hanya dianggap sebagai kegiatan iseng untuk mengisi waktu saja.
Permainan bahasa dapat juga di gunakan sebagai usaha peningkatan kosakata siswa. Dengan menggunakan media permainan scrabble ini diharapkan siswa lebih tergugah dalam menerima pembelajaran dari guru. Disamping itu, media ini dapat juaga digunakan sebagai variasai agar siswa merasa senang dan antusias dalam menerima pembelajaran kosakata. Selain itu, tujuan dari permainan ini adalah untuk membina penguasaan kosakata siswa.
Penggunaan media sangat diperlukan oleh guru maupun siswa. Dengan menggunaan media ini diharapkan materi yang akan diberikan dapat dicerna oleh siswa dengan mudah. Selain itu, media sangat praktis untuk di gunakan oleh guru, sebab guru tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Dengan adanya media diharapkan kegiatan belajar-mengajar lebih baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

E. Penegasan Istilah
1. Peningkatan adalah proses, perbuatan, cara meningkatkan (KBBI 1997 : 1060).
2. Penguasaan adalah proses, cara, perbuatan menguasai atau mengusahakan. (KBBI 1997 : 533).
3. Kosakata adalah perpendaharaan kata (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa 1995 : 527)
4. Memahami adalah mengerti benar, menguasai benar (KBBI 1997 : 714).
5. Wacana adalah bahasa yang terlengkap tertinggi atau terbesar diatas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi yang tinggi yang berkesinambungan yang mempunyai awal dan akhir yang nyata dengan cara penyampaian secara lisan atau tertulis. (Tarigan 1987 : 27).
6. Bahasa Inggris adalah mata pelajaran tentang bahasa asing.
7. Penggunaan adalah proses, perbuatan, cara mempergunakan sesuatu, pemakaian. (KBBI 1997 : 328).
8. Media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. (Gagne dalam Sadiman et al 1993 : 6).
9. Permainan adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain, barang atau sesuatu yang dipermainkan. (KBBI 1995 : 614-615).
10. Scrabble adalah permainan kata yang dapat dimainkan oleh 2, 3, atau 4 orang peserta, dalam waktu tertentu. (download:http//www.gamehouse.com)

F. Tujuan Penelitian.
Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa penyajian scrabble sebagai model pembelajaran dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa.

G. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis berharap hasil tulisan ini bermanfaat antara lain secara:
1. Teoritis
Dapat memberikan masukan yang bermakna bagi pengembangan pembelajaran bahasa Inggris pada umumnya dan pembelajaran kosakata bahasa Inggris pada khususnya.
2. Praktis
Dari segi perencanaan pelajaran, dalam penyusunannya tidak dituntut penuangan seluruh buku paket, pemahaman kosakata bahasa, namun sangat ditentukan oleh daya penerimaan siswa terhadap kosakata. Dengan demikian waktu penyusunan pelajaran untuk siswa lebih dinamis disebabkan para siswa lebih dituntut aktif melakukan penjajakan kosakata dalam menyelesaikan suatu proses belajar dengan model permainan tersebut.

Blog Archive