Pemanfaatan Ragi (yeast) sebagai Bahan Pakan Imbuhan untuk Meningkatkan Produktifitas Ternak Ruminansia

Ragi (yeast) telah lama dikenal dan digunakan dalam kehidupan manusia. Akhir-akhir ini, di luar negeri, ragi dan campurannya sudah dipakai dalam jumlah sedikit dalam pakan ternak untuk meningkatkan produktivitas ternak. Ada banyak strain dan varietas ragi Saccharomyces cerevisiae tetapi strain dan varietasnya untuk ternak tidak disebutkan. Ragi Saccharomyces cerevisiae dijual dalam bentuk sel hidup atau dalam kultur campuran. Penambahan ragi mampu memanipulasi rumen dengan meningkatkan populasi bakteri pemecah serat sehingga dapat meningkatkan kecernaan dan kemudian meningkatkan bobot badan. Peranan ragi lokal dalam peningkatan produksi ternak ruminansia di Indonesia belum banyak diamati walaupun sudah ada beberapa penelitian awal dan in vitro yang memberikan respon positif. 


Mikroorganisme Yang Efektif
Secara umum mikroorganisme yang efektif mengandung mikrooganisme utama yaitu Ragi (yeast), bakteri fotosintetik, bakteriasam laktat, Actinomycetes dan jamur fermentasi.


1. Ragi / Yeast ( Saccharomyces spp.)



Melalui proses fermentasi Ragi (yeast) menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula di dalam tanah yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organic dan akar-akar tanaman. Zat-zat bioaktif seperti hormone dan enzim yang dihasilkan oleh Ragi (yeast) meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Sekresi Ragi meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Sekresi Ragi adalah substrat yang baik untuk mikroorganisme effektif seperti bakteri asam laktat dan Actinomycetes. 


2. Bakteri Fotosintetik ( Rhodopseudomonas spp )



Bakteri fotosintetik adalah mikroorganisme yang mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa yang bermanfaat dari sekresi akar-akar tumbuhan, bahan organic dan atau gas-gas berbahaya (misalnya hydrogen sulfide), dengan menggunakan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat tersebut meliputi asam amino, asam nukleik, zat-zat bioaktif dan gula, yang semanya mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Hasil-hasil metabolisme yang diproduksi oleh bakteri ini dapat diserap langsung oleh tanaman dan juga berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus dapat bertambah. Jadi pertumbuhan bakteri fotosintetik di dalam tanah juga akan meningkatkan pertumbuhan bakteri lainnya, sebagai contoh VA mycorhyza dalam zona perakaran akan bertambah karena tersedianya senyawa-senyawa nitrogen (asam amino) yang dikeluarkan bakteri fotosintetik yang berguna sebagai substrat. VA mycorhyza dapat hidup berdampingan dengan Azotobacter, sebagai baketri pengikat nitrogen dan meningkatkan kemampuan tanaman leguminosa untuk mengkat nitrogen.


3. Bakteri Asam Laktat ( Lactobacillus spp.)



Bakteri asam laktat menghasilkan asam laktat dari gula dan karbohidrat lain yang dihasilakn oleh bakteri fotosintetik dan yeast (ragi). Berbagai jenis makanan dan minuman seperti yogurt dan asinan, sudah sejak lama dibuat orang dengan menggunakan bakteri asam laktat. Namun bakteri asam laktat sendiri adalah suatu zat yang dapat mengakibatkan kemandulan (sterilizer). Oleh karena itu asam laktat akan menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan dan meningkatkan percepatan perombakan bahan-bahan organic.Baketri asam laktat dapat menghancurkan bahan-bahan organic seperti lignin dan sellulosa, serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa-senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organic. Bakteri asam laktat mempunyai kemampuan untuk menekan pertumbuhan Fusarium, yaitu suatu mikroorganisme merugikan yang menimbulkan penyakit pada lahan yang terus menerus ditanami. 


4. Actinomycetes



Actinomycetes merupakan suatu grup mikroorganisme yang strukturnya merupakan bentuk antara bakteri dan jamur, mereka menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik dan bahan organic. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbhan jamur dan bakteri. Actinomycetes dapat berdampingan dengan baketri fotosintetik. Dengan demikian kedua spesies ini sama-sama meningkatkan mutu lingkungan tanah, dengan meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah. 


5. Jamur Fermentasi



Jamur fermentasi (peragian) seperti Aspergilus dan Penicillium menguraikan bahan organic secara cepat untuk menghasilkan alcohol, ester dan zat-zat anti mikroba. Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan baud an mencegah serbuan serangga dan lat-ulat yang merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya.


Tiap spesies effective microorganisme (bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, ragi (yeast) Actinomycetes dan jamur fermentasi) mempunyai fungsi masing-masing. Bakteri fotosintetik mendukung kegiatan mikroorganisme lain dan dilain pihak ia juga memanfatkan zat-zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme lainnya.


Bio-Strath Yeast
Yeast Adalah tanaman mikroorganisme sel satu termasuk dalam jajaran jamur-jamuran Berbentuk lingkaran ataupun oval, berdiameter 1/100 mmTerdapat 400 jenis berbeda dan yang digunakan dalam BIO-STRATH adalah Saccharomyces Cerevisiae brewer’s yeast. Yeast memiliki kandungan nutrisi dan bahan aktif yang diperlukan untuk perkembangbiakan secara seimbang. Sebagai sel tunggal khamir (yeast) tumbuh dan berkembang biak lebih cepat disbanding kapang yang tumbuh dengan pembentukan filament. Khamir juga lebih efektif dalam memecah komponen kimia disbanding kapang, karena mempunyai perbandingan luas permukaan dengan volume yang lebih besar ukurannya dan morfologinya berbeda dengan bakteri. Khamir pada umumnya dikliasifikasikan berdasarkan sifat-sifat fisiologisnya dan tidak atas perbedaan morfologinya seperti kapang, beberapa khamir tidak membentuk spora(asporogenous) dan digolongkan ke dalam fungi imperfekti dan lainnya membentuk spora seksual sehingga digolongkan ke dalam Ascomycetes dan Basidiomycetes.
Yeast juga mengandung :

  1. Protein

  2. Karbohidrat

  3. Lemak

  4. Asam amino

  5. Vitamin

  6. Mineral

  7. Trace elements

6. Enzym



Proses Pembuatan yeast

1. Tanaman dicampur dengan Yeast dalam suatu proses spesial. Bahan-bahan active dan menguntungkan diambil (dimetabolisme) oleh sel Yeast.

2. Saat dalam proses "Plasmolysis" (penguraian atau pemecahan dari sel Yeast) bahan-bahan yang berguna keluar dari membran (osmosis). Mereka dilepaskan, dan oleh karena itu dapat dicerna oleh tubuh kita.

3. Proses selanjutnya sampai selesai persiapan.

Blog Archive